Aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Pining, Kecamatan
Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih terhenti akibat dampak banjir bandang.
Sekolah tersebut hingga kini masih tertimbun lumpur, memaksa para siswa
melakukan gotong royong secara mandiri demi bisa kembali bersekolah.
Sudah lebih dari sebulan kegiatan pembelajaran di SMA Negeri
1 Pining terhenti. Banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut membawa
lumpur, kayu, serta bebatuan yang memenuhi halaman hingga ruang-ruang kelas.
Sejumlah perlengkapan pendukung sekolah tampak berserakan dan rusak.
Harapan siswa untuk kembali belajar di kelas harus berganti
dengan agenda gotong royong membersihkan ruang belajar. Para siswa bersama-sama
membersihkan lumpur dan memilah perlengkapan sekolah yang masih bisa
dimanfaatkan.
Ironisnya, satu unit layar monitor pintar yang baru diterima
sekolah sebagai bantuan dari Presiden Prabowo Subianto turut terendam banjir
dan kini mengalami kerusakan.
Nadia, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pining, mengungkapkan
proses belajar mereka terhenti cukup lama. Bahkan, ujian semester ganjil yang
seharusnya sudah dilaksanakan hingga kini masih tertunda. “Kami sudah lebih
dari sebulan tidak bersekolah. Bahkan ujian semester ganjil sampai sekarang
belum bisa dilaksanakan,” ujar Nadia.
Para siswa berharap pembersihan sekolah dapat segera rampung
sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal. Mereka juga
berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak terkait untuk mempercepat
pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.