-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Anime Hakubo atau Twilight mungkin bukan judul yang ramai diperbincangkan, tapi justru di situlah daya tariknya. Film anime berdurasi singkat ini menghadirkan kisah remaja yang sederhana

Kamis, 08 Januari 2026 | Januari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-07T20:30:38Z

 Anime Hakubo atau Twilight mungkin bukan judul yang ramai diperbincangkan, tapi justru di situlah daya tariknya. Film anime berdurasi singkat ini menghadirkan kisah remaja yang sederhana, penuh perasaan, dan dibalut visual senja yang memanjakan mata. Dirilis pada 2019, Hakubo menjadi karya penutup trilogi khusus yang didedikasikan untuk wilayah Tohoku, Jepang.

1. Terinspirasi dari Luka Nyata Fukushima

Latar cerita Hakubo berada di Kota Iwaki, Prefektur Fukushima, wilayah yang terdampak Gempa dan Tsunami Besar Jepang tahun 2011. Melalui karakter Sachi Koyama dan Yusuke Kijinami, film ini menggambarkan bagaimana remaja menghadapi trauma, kehilangan, dan proses bangkit secara perlahan. Ceritanya tidak melodramatis, justru terasa sunyi dan jujur, seperti kehidupan nyata.

2. Diproduksi Lewat Crowdfunding

Menariknya, Hakubo lahir dari dukungan langsung para penggemar. Film ini berhasil diproduksi melalui kampanye crowdfunding yang cukup besar di Jepang. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kisah sederhana dengan emosi tulus tetap punya tempat di hati penonton, bahkan tanpa formula cerita yang bombastis.

3. Bagian dari Trilogi Tohoku

Hakubo merupakan karya penutup dari Tohoku Trilogy garapan sutradara Yutaka Yamamoto. Trilogi ini dibuat sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moral bagi masyarakat Tohoku pascatragedi. Melalui anime, Yamamoto ingin menyampaikan pesan bahwa kehidupan, harapan, dan keindahan tetap tumbuh di tempat yang pernah terluka.

4. Visual Senja yang Diambil dari Lokasi Nyata

Hampir seluruh latar dalam Hakubo diadaptasi dari lokasi nyata di Kota Iwaki. Tim produksi melakukan riset mendalam, mulai dari fotografi lapangan hingga detail arsitektur kota. Fokus utamanya adalah “magic hour” atau waktu senja, yang membuat warna langit oranye, ungu, dan biru tampil begitu estetik dan menenangkan.

5. Durasi Pendek, Emosi Tetap Dalam

Dengan durasi sekitar 52 menit, Hakubo terasa padat namun tidak terburu-buru. Justru durasi singkat ini membuat ceritanya terasa intim, cocok untuk kamu yang ingin menikmati tontonan ringan tapi bermakna tanpa harus meluangkan waktu lama.

Untuk kamu yang menyukai anime dengan nuansa slice of life, visual indah, dan cerita penuh kehangatan, anime Hakubo (Twilight) bisa jadi pilihan tepat. Nikmati kisah remaja yang tumbuh bersama senja ini, karena Hakubo sudah tersedia gratis untuk ditonton di Vidio.

×
Berita Terbaru Update