-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Ketidakpastian mengenai nasib Presiden Venezuela Nicolás Maduro akhirnya terjawab

Minggu, 04 Januari 2026 | Januari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-03T19:07:21Z

 




Ketidakpastian mengenai nasib Presiden Venezuela Nicolás Maduro akhirnya terjawab, setidaknya secara visual. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja merilis sebuah foto yang diklaim sebagai bukti penangkapan tersebut. Foto yang diposting di media sosial, Truth Social, Sabtu (3/1/2026) itu seketika mengguncang media dan meningkatkan tensi global, mengonfirmasi klaim luar biasa Washington mengenai operasi penangkapan pemimpin negara berdaulat di Amerika Selatan tersebut.

Gambar yang dirilis Presiden Trump menunjukkan Nicolás Maduro berada di atas kapal perang Angkatan Laut AS, USS Iwo Jima. Dalam foto tersebut, Maduro terlihat mengenakan pakaian olahraga berwarna abu-abu merek Nike dan memegang sebotol air.

Detail yang paling mencolok adalah kondisi penahanannya di mana  mata Maduro ditutup dengan penutup hitam, dan telinganya ditutupi headphone berukuran besar, sebuah standar prosedur yang umum dilakukan untuk mencegah tahanan mengetahui lokasi atau rute yang sedang ditempuh.

 “Perilisan foto ini merupakan langkah strategis yang sangat agresif oleh Washington, dilakukan hanya beberapa jam setelah pengumuman awal mengenai penangkapan,” tulis CNN.

Aksi ini menurut CNN bertujuan ganda. Pertama, sebagai respons langsung terhadap tuntutan Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, yang menuntut "bukti keberadaan" Maduro. Kedua, untuk secara tegas menghilangkan keraguan internasional dan memvalidasi operasi militer AS di mata publik global. Gambar seorang pemimpin negara yang diangkut sebagai tahanan perang di kapal tempur AS memberikan pesan yang jelas tentang berakhirnya kekuasaan rezim Caracas.

Meskipun Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Ibu Negara Cilia Flores juga ditangkap, foto tersebut tidak memperlihatkan keberadaan Flores. Ketidakhadiran istrinya dalam foto tersebut kembali menimbulkan pertanyaan. Apakah Ibu Negara ditahan di lokasi terpisah, atau apakah klaim penangkapannya masih dalam tahap yang berbeda dari klaim penangkapan Maduro?

Pemerintah Venezuela terus bungkam mengenai keberadaan kedua tokoh penting ini, namun desakan untuk mendapatkan proof of life untuk Flores kemungkinan besar akan meningkat pasca rilis foto suaminya.

Perilisan foto degradasi ini diperkirakan akan memicu kemarahan publik yang lebih besar di Venezuela dan meningkatkan kecaman dari sekutu-sekutu mereka. Bagi Caracas, foto tersebut adalah bukti nyata penghinaan terhadap kedaulatan nasional mereka dan dapat digunakan oleh pemerintah sementara Maduro untuk menggalang dukungan rakyat agar keluar dan melawan apa yang mereka sebut sebagai "agresi imperialis". Aparat keamanan di Caracas dikabarkan telah meningkatkan kewaspadaan, terutama di sekitar instalasi militer, mengantisipasi gelombang protes.

×
Berita Terbaru Update