-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Klub sepak bola PS Putra Jaya Sumurwaru Pasuruan memberhentikan pemainnya Muhammad Hilmi Gimnastiar

Rabu, 07 Januari 2026 | Januari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-06T18:57:35Z

 


Klub sepak bola PS Putra Jaya Sumurwaru Pasuruan memberhentikan pemainnya Muhammad Hilmi Gimnastiar, setelah insiden melakukan tendangan kungfu kepada pemain sepak bola Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha.

Kabar itu diketahui dari pengumuman resmi klub sepak bola PS Putra Jaya Sumurwaru Pasuruan yang diunggah ulang akun Instagram @infipop.id.

"Yang bertanda tangan dibawah ini atas nama Gaung Andaka Ranggi P selaku Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, dengan adanya kejadian laga Liga 4 babak 32 besar zona Jawa Timur antara PS Putra Jaya Sumurwaru tertanggal 5 Januari 2026 pada pukul 14.36 WIB di Stadion Bangkalan Madura yang menyebabkan cideranya pemain Perseta 1970, maka dengan ini kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar," tulis keterangan resmi tersebut, Selasa (6/1/2026).

Klub sepak bola PS Putra Jaya Sumurwaru memberhentikan pemainnya yang melakukan aksi tendangan kungfu kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha. - (Beritasatu.com/Instagram)

Klub sepak bola PS Putra Jaya Sumurwaru memberhentikan pemainnya yang melakukan aksi tendangan kungfu kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha. - (Beritasatu.com/Instagram)

Gaung Andaka Ranggi menegaskan, pemberhentian tersebut diakibatkan karena tindakannya yang tidak sesuai dengan azas sepak bola yaitu fair play.

"Menyalahi aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan," tulisnya lagi.

"Maka dengan ini kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami khususnya kepada tim Perseta 1970. Demikian surat ini kami buat agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi pembelajaran bagi kita semua," tulisnya.

Sebelumhya, laga Liga 4 Jatim antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026), diwarnai insiden tendangan kungfu. Aksi brutal itu dilakukan Muhammad Hilmi pemain PS Putra Jaya kepada pemain Perseta, Firman Nugraha.

Tendangan tersebut terjadi pada menit ke-71 saat Hilmi berusaha merebut bola liar di dekat garis tengah lapangan. Firman langsung terkapar setelah menerima tendangan pada bagian dada, hingga perlu mendapat perawatan dari tim medis.

Seusai pertandingan, Firman Nugraha mendapat penanganan medis. Pemain berposisi sebagai gelandang ini kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Berdasarkan hasil foto rontgen, tim medis menemukan pada bagian tulang rusuk bawah mengalami retak. Hingga kini, Firman masih menjalani masa observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil.

Manajer Perseta 1970 Tulungagung Rudi Iswahyudi menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada menit ke-72 pertandingan.

Firman mendapat tendangan kungfu di bagian dada yang membuatnya sempat mengalami kejang-kejang di lapangan.

 “Firman mendapat perawatan medis di ambulans. Saat itu ia merasa sudah fit dan menolak dibawa ke rumah sakit,” ujar Rudi Iswahyudi kepada wartaawan di Sekretariat Perseta Tulungagung, Selasa (6/1/2025).

Namun, pada malam harinya Firman merasa mengalami kesakitan di bagian dadannya yang membuatnya sulit untuk bernapas.

“Firman mengirim pesan mengaku sesak napas, kemudian kami bawa ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk diperiksa,” tutupnya.

×
Berita Terbaru Update