Klub sepak bola PS Putra Jaya Sumurwaru Pasuruan
memberhentikan pemainnya Muhammad Hilmi Gimnastiar, setelah insiden melakukan
tendangan kungfu kepada pemain sepak bola Perseta 1970 Tulungagung Firman
Nugraha.
Kabar itu diketahui dari pengumuman resmi klub sepak bola PS
Putra Jaya Sumurwaru Pasuruan yang diunggah ulang akun Instagram @infipop.id.
"Yang bertanda tangan dibawah ini atas nama Gaung
Andaka Ranggi P selaku Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, dengan adanya
kejadian laga Liga 4 babak 32 besar zona Jawa Timur antara PS Putra Jaya
Sumurwaru tertanggal 5 Januari 2026 pada pukul 14.36 WIB di Stadion Bangkalan
Madura yang menyebabkan cideranya pemain Perseta 1970, maka dengan ini kami
memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami bernama
Muhammad Hilmi Gimnastiar," tulis keterangan resmi tersebut, Selasa
(6/1/2026).
Klub sepak bola PS Putra Jaya Sumurwaru memberhentikan
pemainnya yang melakukan aksi tendangan kungfu kepada pemain Perseta 1970
Tulungagung Firman Nugraha. - (Beritasatu.com/Instagram)
Klub sepak bola PS Putra Jaya Sumurwaru memberhentikan
pemainnya yang melakukan aksi tendangan kungfu kepada pemain Perseta 1970
Tulungagung Firman Nugraha. - (Beritasatu.com/Instagram)
Gaung Andaka Ranggi menegaskan, pemberhentian tersebut
diakibatkan karena tindakannya yang tidak sesuai dengan azas sepak bola yaitu
fair play.
"Menyalahi aturan sepak bola dengan melakukan tindakan
kasar kepada lawan," tulisnya lagi.
"Maka dengan ini kami selaku pengurus PS Putra Jaya
Sumurwaru meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami khususnya
kepada tim Perseta 1970. Demikian surat ini kami buat agar dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya dan menjadi pembelajaran bagi kita semua," tulisnya.
Sebelumhya, laga Liga 4 Jatim antara PS Putra Jaya Pasuruan
melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026),
diwarnai insiden tendangan kungfu. Aksi brutal itu dilakukan Muhammad Hilmi
pemain PS Putra Jaya kepada pemain Perseta, Firman Nugraha.
Tendangan tersebut terjadi pada menit ke-71 saat Hilmi
berusaha merebut bola liar di dekat garis tengah lapangan. Firman langsung
terkapar setelah menerima tendangan pada bagian dada, hingga perlu mendapat
perawatan dari tim medis.
Seusai pertandingan, Firman Nugraha mendapat penanganan
medis. Pemain berposisi sebagai gelandang ini kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten
Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Berdasarkan hasil foto rontgen, tim medis menemukan pada
bagian tulang rusuk bawah mengalami retak. Hingga kini, Firman masih menjalani
masa observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung Rudi Iswahyudi menjelaskan,
insiden tersebut terjadi pada menit ke-72 pertandingan.
Firman mendapat tendangan kungfu di bagian dada yang
membuatnya sempat mengalami kejang-kejang di lapangan.
“Firman mendapat
perawatan medis di ambulans. Saat itu ia merasa sudah fit dan menolak dibawa ke
rumah sakit,” ujar Rudi Iswahyudi kepada wartaawan di Sekretariat Perseta Tulungagung,
Selasa (6/1/2025).
Namun, pada malam harinya Firman merasa mengalami kesakitan
di bagian dadannya yang membuatnya sulit untuk bernapas.
“Firman mengirim pesan mengaku sesak napas, kemudian kami
bawa ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk diperiksa,” tutupnya.