Manchester United dilaporkan tengah merancang reuni
emosional antara pelatih interim mereka, Michael Carrick, dengan sang legenda
hidup, Cristiano Ronaldo. Langkah ini diambil bukan sekadar nostalgia,
melainkan upaya darurat Setan Merah untuk menutup lubang finansial klub yang
kian menganga.
Laporan dari The Sun menyebutkan bahwa manajemen United
mempertimbangkan laga persahabatan di tengah musim ke Arab Saudi. Kunjungan ini
diperkirakan mampu meraup keuntungan hingga 10 juta pound sterling (sekitar Rp
200 miliar).
Musim Tersepi dalam 111 Tahun
Kondisi keuangan United memburuk setelah tersingkir lebih
awal dari Piala FA oleh Brighton. Tanpa kompetisi Eropa tahun ini, United
tercatat hanya akan memainkan total 40 laga musim ini—jumlah tersedikit bagi
klub dalam 111 tahun terakhir.
Dampaknya sangat terasa pada pos pendapatan hari
pertandingan (matchday income). Berikut adalah perbandingannya:
Musim Lalu: Pendapatan mencapai 160,3 juta pound sterling
berkat perjalanan hingga Final Europa League.
Musim Ini: United kehilangan potensi pendapatan dari 10 laga
kandang, dengan taksiran kerugian mencapai 53 juta pound sterling.
Panggung Reuni di Riyadh Season Cup
Untuk mengisi jadwal yang kosong pada Februari dan Maret,
Sir Jim Ratcliffe kabarnya telah berkomunikasi dengan otoritas hiburan Arab
Saudi. United direncanakan akan berlaga di Riyadh Season Cup.
Turnamen segitiga ini diproyeksikan mempertemukan United
dengan klub Ronaldo saat ini, Al-Nassr, serta raksasa Al-Hilal. Bagi Michael
Carrick, ini adalah momen langka untuk kembali bertemu dengan mantan rekan
setim dan anak asuhnya yang kini menjadi ikon sepak bola Timur Tengah.
Strategi Penyelamatan Sir Jim Ratcliffe
Di bawah kendali Sir Jim Ratcliffe, manajemen telah
melakukan berbagai langkah agresif guna menjaga stabilitas finansial, antara
lain:
Menaikkan harga tiket pertandingan secara signifikan.
Memperkenalkan area kursi eksekutif baru di tribun selatan
Old Trafford.
Memaksimalkan tur pramusim ke Asia dan Amerika Serikat.
Kini, menghadapi Ronaldo di Riyadh dianggap sebagai
"kartu as" terakhir untuk memastikan neraca keuangan klub tetap
stabil sebelum musim kompetisi 2025/2026 berakhir.