Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul
Mu’ti mengungkapkan progres revitalisasi satuan pendidikan di Sumatera Utara
(Sumut) hingga kini baru mencapai 48,5% dari total target.
“Dari total tersebut, yang terealisasi di bawah 95% sebanyak
431 satuan pendidikan, dan saat ini masih dalam pembangunan,” ujarnya saat
meresmikan bantuan revitalisasi sekolah di SMK Negeri 7, Kota Medan, Sumatera
Utara pada Minggu (4/1/2026) sore.
Ia menjelaskan, revitalisasi satuan pendidikan yang telah
memasuki tahap pelaksanaan pembangunan dengan progres hingga 95% tercatat
sebanyak 117 sekolah atau setara 13,4%. Sementara itu, revitalisasi yang telah
tuntas 100% mencapai 349 satuan pendidikan atau sekitar 39%.
Program revitalisasi tersebut mencakup pembangunan dan
renovasi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari 34 pendidikan anak usia dini
(PAUD), 400 sekolah dasar (SD), 240 sekolah menengah pertama (SMP), 119 sekolah
menengah atas (SMA), 88 sekolah menengah kejuruan (SMK), 11 sekolah luar biasa
(SLB), hingga lima PKBN/SKB.
Total anggaran yang dikucurkan untuk revitalisasi pendidikan
di Sumatera Utara mencapai Rp 852,49 miliar. “Program revitalisasi ini
dilaksanakan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten,
dan kota, sebagai bagian dari upaya menyukseskan Asta Cita ke-4 Presiden, yakni
peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Mu’ti.
Selain revitalisasi fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah juga mendistribusikan 17.703 papan interaktif digital ke
sekolah-sekolah di Sumut. Saat ini, pengiriman masih menyisakan delapan unit
dan ditargetkan rampung sehingga dapat dimanfaatkan pada semester kedua.
Khusus di Kota Medan, Abdul Mu’ti menyebut revitalisasi 2025
mencakup tiga PAUD, enam SD dan SMP, 20 SMA, 11 SMK, serta dua SLB. Dari total
tersebut, 24 satuan pendidikan atau sekitar 50 persen telah menyelesaikan
revitalisasi dengan progres di bawah 95 persen.
Secara nasional, program revitalisasi sekolah pada 2025
menargetkan 16.175 satuan pendidikan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp
16,9 triliun.