-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepertinya benar-benar ingin membuat Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menderita. Setelah ditangkap dari negaranya sendiri,

Senin, 05 Januari 2026 | Januari 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-04T18:26:18Z



Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepertinya benar-benar ingin membuat Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menderita. Setelah ditangkap dari negaranya sendiri, Maduro kini ditempatkan di penjara federal di Brooklyn, New York, Amerika Serikat.

Dikutip AP, Minggu (4/1/2026) penjara tersebut merupakan fasilitas yang terkenal bermasalah. Saking buruknya reputasi penjara ini, beberapa hakim bahkan pernah menolak mengirimkan tahanan ke sana, meskipun fasilitas ini juga pernah menampung narapidana terkenal seperti bintang musik R Kelly dan Sean "Diddy" Combs.

Fasilitas yang dikenal sebagai Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn ini dibuka pada awal tahun 1990-an dan saat ini menampung sekitar 1.300 narapidana. Penjara ini merupakan tempat transit rutin bagi orang-orang yang menunggu persidangan di pengadilan federal Manhattan dan Brooklyn.

“Isinya beragam, mulai dari terduga anggota geng dan pengedar narkoba hingga beberapa orang yang dituduh melakukan kejahatan kerah putih,” tulis AP.

Penahanan Maduro disambut meriah oleh sejumlah besar warga Venezuela di luar negeri. Pada Sabtu (3/1/2026) malam, kerumunan warga Venezuela yang membentangkan bendera berkumpul di trotoar luar penjara untuk merayakan penangkapan tersebut. Kerumunan bersorak gembira saat iring-iringan kendaraan penegak hukum yang diyakini membawa pemimpin yang digulingkan itu bersama istrinya tiba di penjara tersebut.

Maduro sendiri bukan presiden negara pertama yang mendekam di MDC Brooklyn. Juan Orlando Hernández, mantan Presiden Honduras, juga pernah dipenjara di sini saat diadili atas kasus penyelundupan ratusan ton kokain ke Amerika Serikat. Meskipun divonis dan dihukum 45 tahun penjara, Hernández kemudian mendapat pengampunan dan dibebaskan oleh Presiden Donald Trump pada Desember 2025 lalu.

Tahanan penting lain yang saat ini berada di MDC Brooklyn mencakup Ismael “El Mayo” Zambada Garcia, salah satu pendiri kartel narkoba Sinaloa dari Meksiko, serta Luigi Mangione, yang dituduh membunuh CEO UnitedHealthcare. Sebelumnya, narapidana di sini pernah termasuk maestro kripto Sam Bankman-Fried dan rekan lama Jeffrey Epstein, Ghislaine Maxwell.

Secara lokasi, penjara ini terletak di area industri tepi laut, berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan masih dalam jarak pandang Patung Liberty. Namun, terlepas dari lokasinya, penjara ini pernah digambarkan dengan label mengerikan seperti "neraka di bumi" dan "tragedi yang berkelanjutan" pada masa-masa terburuknya.

Para tahanan dan pengacara mereka telah lama mengeluhkan kekerasan yang merajalela di dalam fasilitas ini. Pada tahun 2024 saja, dua narapidana tewas dibunuh oleh sesama tahanan. Selain itu, beberapa petugas penjara juga sempat didakwa karena menerima suap atau menyediakan barang selundupan. Salah satu insiden yang paling mencolok terjadi pada musim dingin 2019, ketika pemadaman listrik total membuat fasilitas dan seluruh narapidana terperosok dalam kegelapan dan kedinginan selama seminggu penuh.

Meskipun demikian, Biro Penjara Federal (Bureau of Prisons) mengklaim telah berupaya keras untuk meningkatkan kondisi fasilitas ini belakangan ini. Upaya perbaikan tersebut mencakup penambahan staf pemasyarakatan dan medis, menuntaskan lebih dari 700 permintaan pemeliharaan yang tertunda, dan menjawab kekhawatiran yang disampaikan oleh para hakim. Perbaikan juga dilakukan pada jalur listrik dan pipa ledeng, layanan makanan, serta sistem pemanas dan pendingin udara.

Di samping peningkatan fisik, otoritas federal juga berupaya keras untuk menindak kejahatan di dalam penjara. Pada Maret 2025 lalu, 23 narapidana didakwa atas berbagai pelanggaran, mulai dari menyelundupkan senjata di dalam kantong keripik Doritos hingga penusukan terhadap seorang pria yang dihukum karena pembunuhan legenda hip-hop Jam Master Jay.

“Singkatnya, MDC Brooklyn aman bagi narapidana dan staf,” tegas Biro Penjara pada September. Pihak mereka juga mencatat bahwa populasi narapidana telah berkurang dari 1.580 pada Januari 2024, yang diklaim telah menyebabkan "penurunan substansial" dalam kasus kejahatan dan penyelundupan.

Saat berada di sana, Maduro kemungkinan akan bertemu beberapa wajah yang dikenalnya jika ia diizinkan keluar dari sel isolasi yang akan ditempatinya di awal. Salah satunya adalah rekan terdakwa, Hugo Carvajal, mantan kepala mata-mata Venezuela yang membelot dari Maduro pada tahun 2019 dan telah mengisyaratkan keinginannya untuk bekerja sama dengan otoritas AS.

Ada juga Anderson Zambrano-Pacheco, terduga anggota geng Tren de Aragua dari Venezuela yang ditangkap tahun lalu di New York atas dakwaan senjata api. Zambrano-Pacheco termasuk di antara mereka yang terekam kamera keamanan meneror penduduk di kompleks apartemen di pinggiran kota Denver, sebuah insiden yang sempat dimanfaatkan oleh Donald Trump selama kampanye kepresidenannya.

×
Berita Terbaru Update