Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepertinya benar-benar
ingin membuat Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menderita. Setelah ditangkap
dari negaranya sendiri, Maduro kini ditempatkan di penjara federal di Brooklyn,
New York, Amerika Serikat.
Dikutip AP, Minggu (4/1/2026) penjara tersebut merupakan
fasilitas yang terkenal bermasalah. Saking buruknya reputasi penjara ini,
beberapa hakim bahkan pernah menolak mengirimkan tahanan ke sana, meskipun
fasilitas ini juga pernah menampung narapidana terkenal seperti bintang musik R
Kelly dan Sean "Diddy" Combs.
Fasilitas yang dikenal sebagai Metropolitan Detention Center
(MDC) Brooklyn ini dibuka pada awal tahun 1990-an dan saat ini menampung
sekitar 1.300 narapidana. Penjara ini merupakan tempat transit rutin bagi
orang-orang yang menunggu persidangan di pengadilan federal Manhattan dan
Brooklyn.
“Isinya beragam, mulai dari terduga anggota geng dan
pengedar narkoba hingga beberapa orang yang dituduh melakukan kejahatan kerah
putih,” tulis AP.
Penahanan Maduro disambut meriah oleh sejumlah besar warga
Venezuela di luar negeri. Pada Sabtu (3/1/2026) malam, kerumunan warga
Venezuela yang membentangkan bendera berkumpul di trotoar luar penjara untuk
merayakan penangkapan tersebut. Kerumunan bersorak gembira saat iring-iringan
kendaraan penegak hukum yang diyakini membawa pemimpin yang digulingkan itu
bersama istrinya tiba di penjara tersebut.
Maduro sendiri bukan presiden negara pertama yang mendekam
di MDC Brooklyn. Juan Orlando Hernández, mantan Presiden Honduras, juga pernah
dipenjara di sini saat diadili atas kasus penyelundupan ratusan ton kokain ke
Amerika Serikat. Meskipun divonis dan dihukum 45 tahun penjara, Hernández
kemudian mendapat pengampunan dan dibebaskan oleh Presiden Donald Trump pada
Desember 2025 lalu.
Tahanan penting lain yang saat ini berada di MDC Brooklyn
mencakup Ismael “El Mayo” Zambada Garcia, salah satu pendiri kartel narkoba
Sinaloa dari Meksiko, serta Luigi Mangione, yang dituduh membunuh CEO
UnitedHealthcare. Sebelumnya, narapidana di sini pernah termasuk maestro kripto
Sam Bankman-Fried dan rekan lama Jeffrey Epstein, Ghislaine Maxwell.
Secara lokasi, penjara ini terletak di area industri tepi
laut, berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan masih dalam jarak pandang Patung
Liberty. Namun, terlepas dari lokasinya, penjara ini pernah digambarkan dengan
label mengerikan seperti "neraka di bumi" dan "tragedi yang
berkelanjutan" pada masa-masa terburuknya.
Para tahanan dan pengacara mereka telah lama mengeluhkan
kekerasan yang merajalela di dalam fasilitas ini. Pada tahun 2024 saja, dua
narapidana tewas dibunuh oleh sesama tahanan. Selain itu, beberapa petugas
penjara juga sempat didakwa karena menerima suap atau menyediakan barang
selundupan. Salah satu insiden yang paling mencolok terjadi pada musim dingin
2019, ketika pemadaman listrik total membuat fasilitas dan seluruh narapidana
terperosok dalam kegelapan dan kedinginan selama seminggu penuh.
Meskipun demikian, Biro Penjara Federal (Bureau of Prisons)
mengklaim telah berupaya keras untuk meningkatkan kondisi fasilitas ini
belakangan ini. Upaya perbaikan tersebut mencakup penambahan staf
pemasyarakatan dan medis, menuntaskan lebih dari 700 permintaan pemeliharaan
yang tertunda, dan menjawab kekhawatiran yang disampaikan oleh para hakim.
Perbaikan juga dilakukan pada jalur listrik dan pipa ledeng, layanan makanan,
serta sistem pemanas dan pendingin udara.
Di samping peningkatan fisik, otoritas federal juga berupaya
keras untuk menindak kejahatan di dalam penjara. Pada Maret 2025 lalu, 23
narapidana didakwa atas berbagai pelanggaran, mulai dari menyelundupkan senjata
di dalam kantong keripik Doritos hingga penusukan terhadap seorang pria yang
dihukum karena pembunuhan legenda hip-hop Jam Master Jay.
“Singkatnya, MDC Brooklyn aman bagi narapidana dan staf,”
tegas Biro Penjara pada September. Pihak mereka juga mencatat bahwa populasi
narapidana telah berkurang dari 1.580 pada Januari 2024, yang diklaim telah
menyebabkan "penurunan substansial" dalam kasus kejahatan dan
penyelundupan.
Saat berada di sana, Maduro kemungkinan akan bertemu beberapa wajah yang dikenalnya jika ia diizinkan keluar dari sel isolasi yang akan ditempatinya di awal. Salah satunya adalah rekan terdakwa, Hugo Carvajal, mantan kepala mata-mata Venezuela yang membelot dari Maduro pada tahun 2019 dan telah mengisyaratkan keinginannya untuk bekerja sama dengan otoritas AS.
Ada juga Anderson Zambrano-Pacheco, terduga anggota geng
Tren de Aragua dari Venezuela yang ditangkap tahun lalu di New York atas
dakwaan senjata api. Zambrano-Pacheco termasuk di antara mereka yang terekam
kamera keamanan meneror penduduk di kompleks apartemen di pinggiran kota
Denver, sebuah insiden yang sempat dimanfaatkan oleh Donald Trump selama
kampanye kepresidenannya.