Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memilih tidak
menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer
alias Noel yang menyebut dirinya “bukan orang suci”. Purbaya menilai komentar
tersebut tidak perlu direspons di tengah fokus pemerintah menjalankan agenda
reformasi perpajakan dan kepabeanan.
“Pak Noel? Diemin aja lah, biar saja lah,” ujar Purbaya
kepada awak media di sela Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La
Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan Purbaya menanggapi komentar Noel
yang kembali menyebut namanya di tengah proses hukum yang sedang dijalani
mantan Wamenaker tersebut. Noel sebelumnya mengaku hanya memberikan peringatan
kepada bendahara negara terkait potensi kriminalisasi terhadap pejabat publik.
Peringatan tersebut dilontarkan Noel menjelang sidang kasus
dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) di Kementerian Ketenagakerjaan, yang menyeret dirinya sebagai terdakwa.
Dalam pernyataannya, Noel menyampaikan kritik keras terhadap Purbaya.
“Begitu ya? Padahal maksud saya kan baik ya Pak Purbaya,
tetapi responsnya negatif ya. Maksud saya gini loh, hati-hati di OTT
di-Noel-kan. Emang Pak Purbaya orang suci? Sampaikan ke beliau, beliau itu
bukan orang suci. Praktik yang kayak saya ini, hampir semua pejabat melakukan
kok. Dia orang suci atau bukan? Gitu.,” kata Noel di Pengadilan Tipikor
Jakarta, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).
Sebelumnya, Noel juga menyebut dirinya dijebak dalam perkara
tersebut dan mengeklaim memiliki informasi A1 terkait potensi kriminalisasi
terhadap Purbaya. Ia menggunakan istilah “di-Noel-kan” untuk menggambarkan
upaya mencari-cari kesalahan seseorang agar terjerat kasus hukum.
“Siapa pun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini,
mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya. Kasihan Pak
Purbaya, ada pesta yang terganggu,” ujar Noel kepada wartawan di sela sidang
Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menanggapi isu tersebut, Purbaya sebelumnya telah menegaskan
bahwa dirinya tidak khawatir dan memastikan agenda reformasi pajak serta bea
cukai di Kementerian Keuangan tetap berjalan. Ia menilai risiko kriminalisasi
hanya muncul apabila pejabat menerima suap atau gratifikasi.
“Oh biar saja, yang
penting saya tidak terima duit. Noel kan terima duit, kan saya tidak terima
duit, gaji saya gede di sini (menkeu), cukup. Kasus seperti itu di saya mungkin
amat kecil kemungkinannya terjadi, kecuali saya mulai terima uang,” kata
Purbaya di gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin
(26/1/2026).
Purbaya juga menegaskan tidak memiliki kepentingan dengan
kelompok mana pun yang disinggung Noel. “Saya sih rasanya enggak ada urusan,
saya hanya tanggung jawab ke presiden. Yang lain saya enggak peduli,”
pungkasnya.