Pelatih timnas futsal putri Indonesia, Luis Estrella,
menilai masalah fisik, adaptasi, dan kegagalan mengantisipasi permainan
langsung lawan adalah faktor di balik hasil imbang 4-4 melawan Malaysia pada
laga Grup A Piala AFF Futsal Putri 2026 di Thailand, Rabu.
Estrella mengatakan timnya sebenarnya mengontrol permainan
pada awal pertandingan, namun kesulitan ketika Malaysia mengubah pendekatan
permainan.
“Ada beberapa pemain kami yang tidak mengikuti lawan mereka,
sehingga kami kebobolan tiga gol.” kata Estrella dalam konferensi pers,
berdasarkan rekaman audio.
Indonesia memperbaiki permainan pada babak kedua setelah
melakukan penyesuaian taktik saat turun minum.
“Pada babak kedua, saya berbicara dengan tim, kami melakukan
penyesuaian taktik. Saya pikir kami menjalani babak kedua dengan sangat baik.
Dengan tenang, kami bisa mencapai keunggulan 4-3," ucap pelatih asal
Spanyol itu
"Lalu, kami kurang beruntung… kemarin saat melawan
Thailand, gol pertama terjadi dari dua kali rebound. Dan hari ini, gol 4-4
terjadi dari tembakan pemain yang mengenai pemain Malaysia lalu masuk menjadi
gol," ujarnya.
Estrella mengungkapkan kondisi fisik tim tidak ideal
menjelang turnamen karena gangguan kesehatan dan waktu persiapan yang singkat.
“Kami memiliki lima pemain yang pekan lalu terkena flu
selama beberapa hari dan belum pulih secara fisik. Kami juga menjadi tim
terakhir yang tiba di Thailand, sekitar dalam 36 jam terakhir. Jadi, adaptasi
fisik kami tidak cukup baik,” katanya.
Ia juga menyoroti karakter tim yang masih muda dan tengah
dalam proses pengembangan.
“Hari ini kami bermain dengan pemain berusia 17 tahun,
dengan Nizrina (Fauziah Permana) yang menjalani penampilan keduanya, bersama
Riska (Aprilia)," ujarnya.
Hasil imbang 4-4 membuat peluang Indonesia melaju ke
semifinal tergantung pada hasil pertandingan lain antara Malaysia dan Thailand.