Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membantah keras
adanya hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran terpidana
kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Klarifikasi ini menyusul perilisan berkas
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang mengungkap korespondensi email
tahun 2012 yang mencatut namanya.
“Baru hari ini, saya mengetahui bahwa ada orang luar yang
ingin bertemu dan bahkan menyebut nama saya dalam sebuah email yang terkait
dengan kasus Epstein,” tulis Anwar Ibrahim melalui unggahan resmi di Facebook,
Minggu (1/2/2026).
Anwar menegaskan bahwa ia sama sekali tidak memiliki kaitan
dengan pengirim maupun penerima email tersebut. “Alhamdulillah, seperti yang
disebutkan dalam email itu, sudah lebih dari satu dekade berlalu, dan saya sama
sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan pihak-pihak yang bertukar email
tersebut, terutama Epstein,” tambahnya.
Nama Anwar Ibrahim muncul di antara jajaran tokoh dunia
seperti Bill Gates dan Pangeran Andrew dalam dokumen yang dirilis DOJ pada
Jumat lalu. Sebuah tangkapan layar email tertanggal 21 Februari 2012
menunjukkan seorang rekan Epstein yang identitasnya dirahasiakan mencoba
mengatur pertemuan.
Dalam email tersebut, rekan Epstein bertanya apakah perlu
mempertemukan Anwar dengan "Jes" untuk menjajaki peluang bagi
"JPM". Kode tersebut merujuk pada bank investasi JP Morgan dan Jes
Staley yang saat itu menjabat sebagai kepala eksekutif.
“Haruskah kita mengatur pertemuan pribadi untuk Jes dengan
Anwar? Jika dia menjadi perdana menteri Malaysia, dia akan membersihkan
semuanya dan itu bisa menjadi tambang emas bagi JPM,” tulis rekan Epstein
tersebut.
Lebih lanjut, pengirim email mengeklaim mengenal dekat Anwar
selama bertahun-tahun. Menanggapi hal itu, Epstein menyarankan pertemuan
dilakukan pada Mei 2012 di AS atau Eropa, bahkan mengusulkan tawaran pembuatan
film Hollywood di Malaysia untuk menarik minat sang politisi.
Isu ini mencuat ke publik setelah sayap pemuda Partai
Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) mendesak pemerintah memberikan klarifikasi.
Pihak oposisi menuntut transparansi mengenai apakah ada interaksi, baik
langsung maupun tidak langsung, antara Anwar dengan lingkaran Epstein.
Sebagai respons, Anwar menutup penjelasannya dengan tagar
#DoneExplain sebagai simbol bahwa dirinya telah tuntas memberikan klarifikasi.
Ia juga menunjukkan rasa jijiknya terhadap skandal tersebut dengan menyematkan
emoji mual dalam unggahannya.
“Baiklah, saya akan melanjutkan jalan-jalan di Johor Bahru,”
pungkas Anwar, menegaskan bahwa ia tidak ingin isu lawas ini mengganggu agenda
kerjanya.