-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membantah keras adanya hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran terpidana kejahatan seksual

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-02T22:51:56Z

 


 

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membantah keras adanya hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Klarifikasi ini menyusul perilisan berkas Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang mengungkap korespondensi email tahun 2012 yang mencatut namanya.

 

“Baru hari ini, saya mengetahui bahwa ada orang luar yang ingin bertemu dan bahkan menyebut nama saya dalam sebuah email yang terkait dengan kasus Epstein,” tulis Anwar Ibrahim melalui unggahan resmi di Facebook, Minggu (1/2/2026).

Anwar menegaskan bahwa ia sama sekali tidak memiliki kaitan dengan pengirim maupun penerima email tersebut. “Alhamdulillah, seperti yang disebutkan dalam email itu, sudah lebih dari satu dekade berlalu, dan saya sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan pihak-pihak yang bertukar email tersebut, terutama Epstein,” tambahnya.

Nama Anwar Ibrahim muncul di antara jajaran tokoh dunia seperti Bill Gates dan Pangeran Andrew dalam dokumen yang dirilis DOJ pada Jumat lalu. Sebuah tangkapan layar email tertanggal 21 Februari 2012 menunjukkan seorang rekan Epstein yang identitasnya dirahasiakan mencoba mengatur pertemuan.

Dalam email tersebut, rekan Epstein bertanya apakah perlu mempertemukan Anwar dengan "Jes" untuk menjajaki peluang bagi "JPM". Kode tersebut merujuk pada bank investasi JP Morgan dan Jes Staley yang saat itu menjabat sebagai kepala eksekutif.

“Haruskah kita mengatur pertemuan pribadi untuk Jes dengan Anwar? Jika dia menjadi perdana menteri Malaysia, dia akan membersihkan semuanya dan itu bisa menjadi tambang emas bagi JPM,” tulis rekan Epstein tersebut.

Lebih lanjut, pengirim email mengeklaim mengenal dekat Anwar selama bertahun-tahun. Menanggapi hal itu, Epstein menyarankan pertemuan dilakukan pada Mei 2012 di AS atau Eropa, bahkan mengusulkan tawaran pembuatan film Hollywood di Malaysia untuk menarik minat sang politisi.

Isu ini mencuat ke publik setelah sayap pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) mendesak pemerintah memberikan klarifikasi. Pihak oposisi menuntut transparansi mengenai apakah ada interaksi, baik langsung maupun tidak langsung, antara Anwar dengan lingkaran Epstein.

Sebagai respons, Anwar menutup penjelasannya dengan tagar #DoneExplain sebagai simbol bahwa dirinya telah tuntas memberikan klarifikasi. Ia juga menunjukkan rasa jijiknya terhadap skandal tersebut dengan menyematkan emoji mual dalam unggahannya.

“Baiklah, saya akan melanjutkan jalan-jalan di Johor Bahru,” pungkas Anwar, menegaskan bahwa ia tidak ingin isu lawas ini mengganggu agenda kerjanya.

×
Berita Terbaru Update