-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan Rusia menembakkan sekitar 450 drone jarak jauh dan 70 rudal berbagai jenis ke Ukraina

Rabu, 04 Februari 2026 | Februari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-03T19:41:18Z

 



Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan Rusia menembakkan sekitar 450 drone jarak jauh dan 70 rudal berbagai jenis ke Ukraina dalam serangan besar pada Senin (2/2/2026) malam waktu setempat, satu hari sebelum perundingan antara Ukraina dan Rusia.

Serangan besar-besar Rusia tersebut tepat terjadi ketika Sekretaris Jenderal North Atlantic Treaty Organization (NATO) Mark Rutte mengunjungi Kiev sebagai bentuk dukungan Uni Eropa kepada Ukraina.

Selain itu, serangan juga sekaligus tepat diluncurkan Rusia satu hari sebelum Rusia dan Ukraina dijadwalkan menghadiri pembicaraan yang dimediasi AS di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 2022.

Mengutip AP, Selasa (3/2/2026), Zelensky mengatakan terjadi pemboman secara khusus menargetkan jaringan listrik terhadap setidaknya lima wilayah Ukraina. Serangan dinilai sebagai aksi berkelanjutan Rusia untuk membuat warga sipil Ukraina menderita karena tak memiliki akses terhadap penerangan, listrik,  pemanas, dan air bersih di tengah musim dingin terparah dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya 10 orang terluka akibat serangan ini.

“Memanfaatkan hari-hari terdingin di musim dingin untuk meneror orang lebih penting bagi Rusia daripada diplomasi,” kata Zelensky.

Ia mendesak sekutu untuk mengirimkan lebih banyak pasokan pertahanan udara dan memberikan tekanan maksimal kepada Rusia untuk mengakhiri invasi skala penuhnya yang dimulai pada 24 Februari 2022.

×
Berita Terbaru Update