Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan Rusia
menembakkan sekitar 450 drone jarak jauh dan 70 rudal berbagai jenis ke Ukraina
dalam serangan besar pada Senin (2/2/2026) malam waktu setempat, satu hari
sebelum perundingan antara Ukraina dan Rusia.
Serangan besar-besar Rusia tersebut tepat terjadi ketika
Sekretaris Jenderal North Atlantic Treaty Organization (NATO) Mark Rutte
mengunjungi Kiev sebagai bentuk dukungan Uni Eropa kepada Ukraina.
Selain itu, serangan juga sekaligus tepat diluncurkan Rusia
satu hari sebelum Rusia dan Ukraina dijadwalkan menghadiri pembicaraan yang
dimediasi AS di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk mengakhiri perang yang telah
berlangsung sejak 2022.
Mengutip AP, Selasa (3/2/2026), Zelensky mengatakan terjadi
pemboman secara khusus menargetkan jaringan listrik terhadap setidaknya lima
wilayah Ukraina. Serangan dinilai sebagai aksi berkelanjutan Rusia untuk
membuat warga sipil Ukraina menderita karena tak memiliki akses terhadap
penerangan, listrik, pemanas, dan air
bersih di tengah musim dingin terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Setidaknya 10 orang terluka akibat serangan ini.
“Memanfaatkan hari-hari terdingin di musim dingin untuk meneror
orang lebih penting bagi Rusia daripada diplomasi,” kata Zelensky.
Ia mendesak sekutu untuk mengirimkan lebih banyak pasokan
pertahanan udara dan memberikan tekanan maksimal kepada Rusia untuk mengakhiri
invasi skala penuhnya yang dimulai pada 24 Februari 2022.