Visinema Studios mengajak masyarakat mengingat kembali
rasanya menjadi anak-anak dengan kejujuran dan imajinasi lewat film Na Willa.
“Na Willa merupakan bentuk komitmen Visinema Studios yang
mengajak kita mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Ajakan
untuk masuk dan merasakan sebuah dunia yang dibangun dengan imajinasi,
kejujuran, dan keberanian anak-anak,” ujar Produser Na Willa sekaligus Chief
Content Officer Visinema Studios Anggia Kharisma dalam keterangannya di
Jakarta, Kamis.
Film ini mengajak penonton kembali melihat dunia dari sudut
pandang anak-anak dengan rasa ingin tahu yang jujur, imajinasi yang hidup, dan
keajaiban yang lahir dari hal-hal sederhana.
Na Willa dihadirkan sebagai sebuah perayaan terbesar untuk
keluarga saat Lebaran serta ajakan untuk #JadiAnakAnak kembali, melepaskan
sejenak peran orang dewasa, dan mengingat bagaimana dunia pernah terasa begitu
besar, penuh warna, dan penuh keajaiban.
Dikutip dari siaran pers di Jakarta, Kamis, film ini lahir
dari kreator film JUMBO yang sukses menyentuh hati jutaan penonton Indonesia,
serta menjadi debut film live action dari Ryan Adriandhy, sekaligus kolaborasi
kreatif dengan penulis Reda Gaudiamo, yang novelnya menjadi dasar cerita film
ini.
Official poster memperlihatkan dunia imajinasi yang lahir
dari mata seorang anak perempuan yang hidup di Indonesia era 1960-an, sementara
itu, official trailer mengajak penonton masuk ke pengalaman menjadi anak-anak
kembali, saat ketidaktahuan bukan kelemahan, melainkan pintu menuju
petualangan.
“Untuk penonton dewasa, film ini seperti perjalanan
menelusuri memori masa kecil, tentang keluarga, tentang rumah, dan tentang
hal-hal sederhana yang dulu terasa begitu berarti. Sementara untuk anak-anak,
ini adalah ruang untuk bermain, berimajinasi, bernyanyi, dan merayakan rasa
ingin tahu mereka," kata Produser Na Willa Anggia Kharisma.
Lebih lanjut, Anggia menegaskan bahwa Na Willa dirancang
sebagai tontonan yang aman dan hangat untuk semua kalangan.
Disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy, film ini
menghadirkan dunia anak tanpa menggurui.
“Sebagai orang dewasa, kita sering lupa bagaimana dulu kita
memandang dunia,” ujar Ryan.
“Lewat Na Willa, saya
ingin mengajak penonton melihat dunia dari mata anak-anak, mata yang jujur,
penuh rasa penasaran, dan selalu menemukan keajaiban dari apa pun yang dihadirkan
dunia," katanya lagi.
Kolaborasi dengan penulis Reda Gaudiamo menjadi fondasi
penting dalam membangun semesta cerita Na Willa yang hangat dan reflektif. Film
ini menghadirkan nilai tentang tanggung jawab, rasa hormat, dan menerima
perbedaan dengan cara yang lembut dan membumi.
Official Trailer Na Willa menghadirkan potongan masa kecil
yang begitu dekat dengan keseharian memanggil teman dari balik pagar, berlari
di lapangan sambil menerbangkan layangan, hingga meneguk minuman orange cruz yang
“nyekrusss” di siang hari.
Warna-warna yang ceria, tawa lepas, serta kebebasan
berimajinasi menjadi napas utama film ini, mengingatkan bahwa kebahagiaan lahir
dari hal-hal yang sederhana.
Film ini memperkenalkan Luisa Adreena sebagai Na Willa,
bersama jajaran pemeran anak berbakat lainnya, Freya Mikhayla (Farida), Azamy
Syauqi (Dul), dan Arsenio Rafisqy (Bud).
Deretan pemeran dewasa seperti Junior Liem, Irma Rihi,
Melissa Karim, Ira Wibowo, Putri Ayudya, Nayla Purnama, Agla Artalidia, hingga
Ratna Riantiarno turut memperkaya cerita.
Dalam kesempatan yang sama, Visinema Studios juga
mengumumkan bahwa film ini akan menjadi pembuka dari Na Willa Universe, sebuah
semesta cerita yang akan tumbuh dan menemani keluarga dan masyarakat Indonesia.