-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Firma periset pasar global Counterpoint memperingatkan potensi kenaikan harga ponsel

Kamis, 12 Maret 2026 | Maret 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-11T22:09:53Z

 

Firma periset pasar global Counterpoint memperingatkan potensi kenaikan harga ponsel pintar pada 2026 seiring dengan meningkatnya biaya komponen RAM memori.

 


Berdasarkan hasil analisis lembaga tersebut, biaya RAM untuk ponsel telah meningkat sebesar 50 persen dari kuartal ke kuartal, sementara biaya penyimpanan NAND telah meningkat lebih dari 90 persen dari kuartal ke kuartal.

"Harga eceran yang lebih tinggi tidak dapat dihindari pada 2026 karena kenaikan biaya akan diteruskan ke konsumen," kata Analis Senior Counterpoint Shenghao Bai, seperti dikutip dari laporan yang disiarkan di laman resmi mereka, Selasa (10/3).

Biaya memori yang meningkat cukup berdampak pada Bill of Materials (BoM) atau biaya material untuk ponsel pintar.

Menurut analisis lembaga itu, kategori ponsel kelas bawah (di bawah 200 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,3 jutaan) menjadi yang paling terpukul.

Saat membuat ponsel khas kelas entry-level dengan RAM LPDDR4X 6GB dan penyimpanan eMMC 128GB, produsen harus menghabiskan 43 persen dari total BoM ponsel untuk memori. Persentase itu meningkat 25 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Untuk membuat ponsel kelas menengah (400-600 dolar AS/Rp6,7-10 jutaan) yang memiliki ciri khas konfigurasi memori 8GB RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.0 256GB, para produsen akan menghabiskan 15 persen lebih banyak untuk RAM dan 11 persen lebih banyak untuk penyimpanan.

Perkiraan di atas berlaku untuk ponsel yang dirakit pada kuartal I 2026, sementara pada kuartal II, biaya RAM diperkirakan naik 20 persen dan penyimpanan 16 persen.

Ponsel kelas atas (di atas 800 dolar AS/Rp13 jutaan) mungkin memiliki margin yang lebih besar untuk membantu menyerap dampak kenaikan harga, namun, kelas pasar itu juga menghadapi masalah tambahan yaitu harga chipset 2nm flagship cukup mahal.

Counterpoint memperkirakan bahwa BoM akan naik sebesar 100-150 dolar AS (sekitar Rp1,5-2,6 jutaan) pada Q2 untuk ponsel dengan RAM LPDDR5X HKMG 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 512GB. Komponen RAM akan menyumbang 23 persen dari BoM dan penyimpanan akan menyumbang 18 persen.

Dengan semua perkiraan biaya material yang meningkat, maka biaya untuk ponsel pintar yang beredar di pasaran juga mengalami peningkatan.

Counterpoint memperkirakan bahwa ponsel kelas bawah akan menjadi lebih mahal sekitar 30 dolar AS (sekitar Rp500 ribuan). Ponsel premium akan mengalami kenaikan harga sebesar 150-200 dolar AS (sekitar Rp1.5-2.6 jutaan).

"Pada 2026, produsen ponsel pintar akan berjuang untuk menyeimbangkan biaya komponen, margin kotor, dan target pengiriman. Mereka yang sangat bergantung pada model entry-level untuk mendorong pangsa pasar akan menghadapi risiko kerugian jangka pendek yang signifikan," kata Bai.

×
Berita Terbaru Update