Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyantuni 200
pelajar Muslim Indonesia di Jakarta untuk mengenang syahidnya 175 siswi di Kota
Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan
Zionis Israel.
"Hari ini kita berkumpul dan melakukan silaturahmi di
sini untuk mengenang syahidnya 175 siswi SD di Kota Minab yang diserang dan
dijadikan sasaran oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," kata Duta
Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kediamannya di Jakarta,
Sabtu.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian
serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta merenggut
ratusan nyawa warga sipil, termasuk 175 pelajar Sekolah Dasar Khusus Putri
Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Serangan AS dan Israel itu juga melukai lebih dari 95 anak
di sekolah itu. Selain untuk mengenang syahidnya para siswi tersebut, santunan
tersebut juga dilakukan sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan
kepada keluarga para korban.Kemudian, acara itu juga digelar sebagai pengingat
bahwa tragedi kemanusiaan semacam itu tidak boleh dilupakan sehingga keadilan
dan upaya perdamaian dapat terus ditegakkan.
Acara santunan di Kedubes Iran itu dihadiri oleh 200 siswi
dari 13 yayasan Islam dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam acara tersebut, sejumlah kegiatan dilakukan, termasuk
penyampaian ucapan belasungkawa dan doa bersama untuk para siswi korban serangan
AS dan Israel terhadap Iran.
Melalui doa bersama tersebut, Dubes Boroujerdi berharap agar
tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban serangan seperti yang dialami 175
orang siswi di Iran itu.
"Saya mendoakan adik-adik semua yang hadir, kesejahteraan
dan keselamatan dan kesuksesan di sepanjang hidup. Saya mendoakan Anda semua
tidak pernah berhadapan, menyaksikan maupun mengalami keadaan perang yang
sedang dialami oleh putra-putri bangsa kami," kata Dubes.