-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Komplotan yang mengaku sebagai penagih utang (debt collector) merampas sepeda motor dan menganiaya seorang pengendara di kawasan Jalan Daan Mogot

Kamis, 05 Maret 2026 | Maret 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-04T20:40:13Z

 

Komplotan yang mengaku sebagai penagih utang (debt collector) merampas sepeda motor dan menganiaya seorang pengendara di kawasan Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

 


Pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya itu tengah melintas ke arah Tangerang hingga kemudian menjadi korban aksi kriminal di depan pabrik kaleng pada Selasa (3/3) pagi, sekitar pukul 05.10 WIB.

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, mengatakan, pihaknya sedang menindaklanjuti informasi tersebut. Namun, hingga kini korban belum membuat laporan polisi terkait aksi premanisme yang dialami.

"Kami selidiki terlebih dahulu. Korban juga sampai saat ini belum ada membuat laporan ke Polsek Kalideres," katanya.

Sementara, menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi premanisme berkedok "mata elang" (matel) di kawasan Daan Mogot, Rihold menegaskan bahwa jajarannya akan memperketat pengawasan.

"Tim kami dari Opsnal Unit Reskrim selalu rutin kok melakukan patroli matel, terutama di sepanjang Jalan Daan Mogot. Ke depannya akan ditingkatkan patroli," kata Rihold.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar, terlihat seorang pria terduduk di sisi jalan dengan kondisi pakaian basah dan kotor terkena lumpur hitam air kali.

Korban yang mengaku bekerja sebagai petugas sekuriti di Bank BSI Cisoka, Tangerang, harus merelakan sepeda motor dan seluruh barang berharganya dirampas komplotan pelaku.

Korban menceritakan saat ia sedang berkendara di pagi buta, tiba-tiba dipepet oleh empat orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.

"Lagi jalan, tiba-tiba nyalip dua motor. Satu depan satu belakang. Saya hampir mau jatuh. Kunci saya ditarik," ucap korban dalam video tersebut, dikutip Rabu.

Setelah memberhentikan paksa, komplotan tersebut mengaku sebagai matel dan menuduh korban telah menunggak cicilan kendaraan selama berbulan-bulan.

"Dia alasannya matel. Motor saya dibilang nggak bayar selama tiga bulan, padahal saya baru bayar kemarin tanggal 28 Februari," kata dia.

Alih-alih mendengarkan penjelasan korban, para pelaku justru mulai mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik. Korban mengaku diinterogasi, dipukul, hingga akhirnya didorong ke sungai (kali) yang berada di sisi Jalan Daan Mogot.

×
Berita Terbaru Update