Komplotan yang mengaku sebagai penagih utang (debt
collector) merampas sepeda motor dan menganiaya seorang pengendara di kawasan
Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.
Pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya
itu tengah melintas ke arah Tangerang hingga kemudian menjadi korban aksi
kriminal di depan pabrik kaleng pada Selasa (3/3) pagi, sekitar pukul 05.10
WIB.
Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang ketika
dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, mengatakan, pihaknya sedang menindaklanjuti
informasi tersebut. Namun, hingga kini korban belum membuat laporan polisi
terkait aksi premanisme yang dialami.
"Kami selidiki terlebih dahulu. Korban juga sampai saat
ini belum ada membuat laporan ke Polsek Kalideres," katanya.
Sementara, menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap
maraknya aksi premanisme berkedok "mata elang" (matel) di kawasan
Daan Mogot, Rihold menegaskan bahwa jajarannya akan memperketat pengawasan.
"Tim kami dari Opsnal Unit Reskrim selalu rutin kok
melakukan patroli matel, terutama di sepanjang Jalan Daan Mogot. Ke depannya
akan ditingkatkan patroli," kata Rihold.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar,
terlihat seorang pria terduduk di sisi jalan dengan kondisi pakaian basah dan
kotor terkena lumpur hitam air kali.
Korban yang mengaku bekerja sebagai petugas sekuriti di Bank
BSI Cisoka, Tangerang, harus merelakan sepeda motor dan seluruh barang berharganya
dirampas komplotan pelaku.
Korban menceritakan saat ia sedang berkendara di pagi buta, tiba-tiba
dipepet oleh empat orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.
"Lagi jalan, tiba-tiba nyalip dua motor. Satu depan
satu belakang. Saya hampir mau jatuh. Kunci saya ditarik," ucap korban
dalam video tersebut, dikutip Rabu.
Setelah memberhentikan paksa, komplotan tersebut mengaku
sebagai matel dan menuduh korban telah menunggak cicilan kendaraan selama
berbulan-bulan.
"Dia alasannya matel. Motor saya dibilang nggak bayar
selama tiga bulan, padahal saya baru bayar kemarin tanggal 28 Februari,"
kata dia.
Alih-alih mendengarkan penjelasan korban, para pelaku justru
mulai mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik. Korban mengaku
diinterogasi, dipukul, hingga akhirnya didorong ke sungai (kali) yang berada di
sisi Jalan Daan Mogot.