Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan
Kementerian PU akan dilibatkan untuk rencana akan membangun 1.000 unit hunian
sementara atau huntara bagi warga yang masih tinggal di sekitar jalur rel di
kawasan Senen, Jakarta.
"Kalau itu rencananya akan membuat hunian sementara,
untuk sekitar 1.000 hunian. Itu kita sedang godok bersama antara Kementerian
PU, Pak Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pak Sekretaris Kabinet (Seskab),
dan yang punya lahan dari pihak kereta api (PT KAI)," ujar Dody di Rest
Area KM379 A Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu.
Dia menambahkan bahwa lahan untuk rencana pembangunan
huntara tersebut akan dibahas lebih detail bersama pihak KAI kemungkinan pada
hari Senin.
"Kita kira-kira untuk 1.000 unit itu apakah (lahan)
yang dikasih itu cukup untuk 1.000 unit huntara, apa kita mesti memodifikasi
hunian sementara harus ke atas (secara vertikal), misalnya seperti yang kita
kerjakan di Ibu Kota Nusantara atau IKN, sehingga untuk 1.000 unit bisa membutuhkan
tanah lebih sedikit. Nah itu nanti setelah tanahnya sudah mulai clear dari
pihak kereta api," katanya.
Salah satu lokasi yang kemungkinan akan dipertimbangkan
untuk rencana pembangunan huntara bagi warga pinggir rel Senen adalah wilayah
Tanah Abang.
"Rencananya Tanah Abang cuma nanti detailnya nanti ya,
detail nanti Senin setelah saya ketemu Pak Direktur KAI, baru kita bisa
menginformasikan lebih detilnya seperti apa," kata Dody.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto meminta kepada
sejumlah kementerian/lembaga untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih
tinggal di pinggir rel kereta api, setelah sebelumnya sempat meninjau
permukiman sekitar jalur rel di kawasan Senen, Jakarta.
Seskab Teddy Indra Wijaya dalam unggahan resmi media sosial
di Jakarta, menyampaikan Presiden memerintahkan Menteri PU Dody Hanggodo,
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Perum Perumnas,
dan PT KAI serta pejabat terkait untuk membangun rumah hunian dan fasilitas
mandi, cuci, kakus (MCK) bagi masyarakat yang tinggal di pinggir rel kereta api
Senen.
Dia menyebutkan bahwa saat Presiden meninjau wilayah
pinggiran rel Senen pada Kamis (26/3), para warga melaporkan bahwa mereka sudah
berdiam di wilayah pinggiran rel itu selama puluhan tahun dengan kondisi hunian
dan atap yang terbatas.