-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Otoritas Nepal pada Sabtu (28/3) menangkap mantan Perdana Menteri (PM) K. P. Sharma Oli dan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ramesh Lekhak atas dugaan kelalaian pidana

Minggu, 29 Maret 2026 | Maret 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-28T18:40:55Z

 

Otoritas Nepal pada Sabtu (28/3) menangkap mantan Perdana Menteri (PM) K. P. Sharma Oli dan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ramesh Lekhak atas dugaan kelalaian pidana terkait kematian demonstran muda pada September 2025.

 


"Janji tetaplah janji. Tak ada yang kebal hukum," tulis Menteri Dalam Negeri Sudan Gurung di Facebook. "Mantan perdana menteri dan mantan menteri dalam negeri telah ditangkap."

Gurung, yang terlibat dalam aksi protes massal tersebut, mengatakan penangkapan itu bukan bentuk balas dendam.

"Ini baru awal dari keadilan. Saya berharap negara ini akan bergerak ke arah baru," ujarnya.

Oli merupakan ketua Partai Komunis Unified Marxist Leninist (UML), sementara Lekhak adalah pemimpin senior Nepali Congress.

Puluhan polisi dikerahkan ke kediaman Oli di Bhaktapur setelah rapat kabinet pada Jumat memutuskan untuk menindaklanjuti laporan Komisi Yudisial terkait protes Gen Z tahun lalu.

Komisi yang dipimpin Gauri Bahadur Karki merekomendasikan penyelidikan terhadap Oli, Lekhak, dan Kepala Kepolisian Chandra Kuber Khapung atas dugaan kelalaian pidana dan kematian demonstran.

Sejumlah pendukung UML bentrok dengan polisi di luar kediaman Oli, tetapi aparat berhasil membubarkan massa di gerbang utama lalu menangkap mantan PM yang digulingkan itu.

Rapat kabinet juga memutuskan melaksanakan rekomendasi itu dan membentuk komite kajian atas pejabat keamanan yang diduga terlibat penembakan, setelah penunjukan Balendra Shah sebagai PM.

Para pemimpin UML dan Nepali Congress menilai laporan tersebut tidak lengkap dan bias.

UML menggelar rapat darurat untuk membahas situasi tersebut dan diperkirakan akan mengumumkan aksi protes.

"Ini adalah bentuk prasangka dan balas dendam terhadap kami," kata Sekretaris UML Mahesh Basnet, seraya mendesak kader partai untuk turun ke jalan.

Sedikitnya 25 demonstran, sebagian besar anak muda, tewas dan 700 lainnya terluka pada September lalu saat protes meluas setelah pelarangan sejumlah media sosial.

×
Berita Terbaru Update