Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengatakan
timnya akan fokus membenahi mental pada masa jeda kompetisi BRI Super League
yang libur selama tiga pekan karena masa lebaran.
Dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu, Tavares mengatakan
tidak ingin anak-anak asuhnya terlarut dalam kesedihan setelah kalah telak dari
Borneo FC akhir pekan lalu.
"Semua orang merasa sedih, tetapi sekarang yang bisa
kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan mencoba memperbaikinya agar bisa
tampil lebih baik di masa depan. Kami harus menjadi tim yang lebih baik saat melawan
Persita," jelas Tavares.
Pada pertandingan pekan ke-25 Super League, Persebaya
Surabaya harus menelan kekalahan telak dengan skor 1-5 ketika bertandang ke
markas Borneo FC.
Ketika kekalahan tersebut, sorotan publik paling tajam
mengarah pada bek tengah yang terjatuh dalam proses gol keempat lawan, namun
Tavares secara tegas menolak narasi kesalahan individu.
Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menilai, memojokkan
satu pemain hanya akan memperburuk mentalitas tim menjelang laga kandang krusial
melawan Persita Tangerang.
Ia juga memberikan pembelaan terkait pilihan bermain terbuka
yang mengakibatkan skor membengkak. Menurutnya, Persebaya Surabaya tidak akan
pernah memilih opsi untuk menyerah di tengah laga.
"Gol keempat terjadi karena kesalahan individu, bek
tengah kami terjatuh. Tetapi kami kalah sebagai tim, jadi itu adalah kesalahan
tim, bukan hanya satu pemain," ungkap Tavares.
"Ketika kami tertinggal, kami memiliki dua pilihan:
menyerah atau tetap mencoba bermain. Kami memilih untuk terus mencoba
menyerang, namun ketika kami membuka ruang, Borneo FC kembali mencetak
gol," tambahnya.
Selanjutnya Persebaya Surabaya akan melakoni pekan ke-26
Super League dengan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo,
Surabaya, 4 April 2026.