-->
×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario terkait keberangkatan jemaah haji Indonesia 2026

Jumat, 20 Maret 2026 | Maret 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-20T03:34:30Z

 

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario terkait keberangkatan jemaah haji Indonesia 2026. Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika eskalasi konflik Timur Tengah semakin memburuk.

 


Menurut Dahnil, hingga saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, telah mencapai sekitar 95%. Keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia pun masih dijadwalkan pada 22 April 2026.

Namun demikian, ia menegaskan dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah menjadi faktor krusial yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi oleh pemerintah.

“Kita tidak bisa memastikan dinamika perang seperti apa ke depan. Itu di luar kendali kita,” kata Dahnil seusai mengisi Khutbah Idulfitri di Masjid Raya Al-Isra, Jakarta Barat, Jumat (20/3/2026).

Dahnil menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan skenario terburuk apabila konflik meningkat dan berpotensi mengancam keselamatan jemaah haji Indonesia. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penyesuaian jadwal keberangkatan.

“Jika eskalasi konflik sangat tinggi dan membahayakan jemaah, tentu ada skenario, misalnya penyesuaian keberangkatan. Bisa sebagian berangkat, sebagian ditunda,” jelasnya.

Ia menambahkan, keputusan strategis tersebut tidak akan diambil secara sepihak. Pemerintah akan melakukan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan presiden, DPR, serta otoritas Arab Saudi.

 “Semua keputusan akan mempertimbangkan keselamatan jemaah dan dilakukan bersama pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.

Meski ada potensi risiko geopolitik, pemerintah memastikan hingga saat ini proses persiapan haji 2026 tetap berjalan normal. Pihak Arab Saudi juga disebut masih melakukan persiapan secara optimal untuk menyambut kedatangan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Pihak Saudi masih mempersiapkan semuanya sebagaimana mestinya. Sampai saat ini tidak ada indikasi penundaan,” kata Dahnil.

Ia menegaskan, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji.

“Yang paling utama bagi Kementerian Haji dan presiden adalah keselamatan jemaah haji Indonesia,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update