LEBAK – Usaha kuliner baso merupakan salah satu sektor UMKM yang paling dinamis dan memiliki pangsa pasar yang sangat luas di Kabupaten Lebak. Menyadari potensi besar tersebut, BRI Kantor Cabang Rangkasbitung secara konsisten menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para perajin baso, mulai dari produsen baso rumahan hingga pemilik gerai baso, guna meningkatkan kapasitas produksi dan standar higienitas produk.
Dukungan permodalan ini diharapkan mampu membantu para pengusaha baso lokal untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat sekaligus memperkuat rantai pasok daging sapi lokal.
Inovasi dan Peningkatan Kualitas Produk
Pemimpin Cabang BRI Rangkasbitung, Eko Mandala Saputra, menyampaikan bahwa usaha pembuatan baso di Lebak memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi industri kuliner yang lebih profesional dan tersertifikasi.
"Baso adalah makanan favorit semua kalangan. Melalui penyaluran KUR ini, kami ingin membantu para perajin baso di Lebak agar bisa meng-upgrade alat produksi mereka—seperti mesin penggiling daging (meat grinder) yang lebih modern atau mesin pencetak baso otomatis. Kami ingin produk baso lokal Lebak tidak hanya enak, tapi juga diproduksi secara efisien dan higienis," ujar Eko.
Pendampingan Menyeluruh di Seluruh Jaringan Unit
Melalui jaringan unit kerja BRI yang tersebar di wilayah Lebak, para pengusaha baso mendapatkan pendampingan khusus dari para Mantri untuk mengelola keuangan usaha agar lebih tertata.
Poin-poin utama dukungan BRI bagi UMKM Pembuatan Baso meliputi:
Stabilitas Bahan Baku: Bantuan modal kerja untuk pembelian daging sapi segar dan bumbu-bumbuan dalam skala besar guna menekan biaya produksi.
Modernisasi Peralatan: Dukungan untuk pengadaan alat pembeku (freezer) berkapasitas besar agar kualitas stok baso tetap terjaga dan tahan lama.
Digitalisasi Pembayaran: Mendorong pemilik warung baso untuk menggunakan QRIS BRI guna memberikan kemudahan transaksi bagi pelanggan serta memudahkan pencatatan penjualan lewat aplikasi BRImo.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM kuliner di Lebak. Dengan modal yang mudah dan terjangkau, kami berharap pengusaha baso lokal kita bisa semakin mandiri, membuka lapangan kerja baru, dan menjadi ikon kuliner di daerahnya masing-masing," pungkas Eko Mandala Saputra.
Sinergi antara BRI Rangkasbitung dan para pelaku usaha baso menjadi bukti nyata bahwa dukungan permodalan yang tepat sasaran mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara langsung di tingkat bawah.