Komisi XIII DPR RI mencatat sejumlah perkembangan dalam
pembinaan di lembaga pemasyarakatan dan badan pemasyarakatan (Lapas), terutama
dalam upaya pemulihan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menunjukkan
kemajuan positif.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara di Tangerang
Senin menuturkan berbagai program pembinaan telah mulai memperlihatkan hasil,
salah satunya yang menjadi perhatian adalah penguatan ketahanan di dalam lapas
yang kini mulai diterapkan secara lebih merata.
Selain itu, pembinaan terhadap warga binaan juga dilakukan
melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan keterampilan, di antaranya
bekerja sama dengan pihak eksternal seperti perusahaan dan instansi terkait.
Tidak hanya itu, kata Dewi, kegiatan lain seperti budidaya
perikanan, peternakan udang, serta ternak ayam juga telah berjalan. Hasil dari
kegiatan tersebut bahkan sudah dapat diproduksi dan dimanfaatkan melalui
koperasi yang ada di lingkungan pemasyarakatan.
Maka itu DPR menaruh harapan besar terhadap implementasi
undang-undang baru yang menekankan pendekatan keadilan restoratif, khususnya
peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) semakin kuat dan lebih dekat dengan
masyarakat.
"Ke depan, fungsi dan peran Bapas diharapkan akan
semakin meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam sistem
pemasyarakatan," kata Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara usai
acara Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62 di Kampus Politeknik Imigrasi
dan Pemasyarakatan Tangerang, Senin.
Saat ini, kata dia, kerja sama lintas sektor juga terus
diperkuat, termasuk dengan Kementerian Kesehatan, BPJS, serta berbagai pihak
lainnya untuk meningkatkan kualitas layanan pembinaan secara lebih humanis,
sehingga warga binaan nantinya dapat kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan
dan peluang kerja.
Komisi XIII DPR RI mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran
pemasyarakatan di Indonesia yang telah menunjukkan kemajuan signifikan.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus
Andrianto menambahkan seiring waktu proses di pemasyarakatan tak hanya fokus
pada urusan hukum, tetapi juga pembinaan agar warga binaan memiliki harapan
hidup lagi usai menjalani proses hukuman.
Oleh karena itu, menurut dia. beragam program pun dijalankan
yang sifatnya produktif dan mendukung kesejahteraan masyarakat misalnya
ketahanan pangan dan kerajinan yang memiliki dampak luas dan positif.
"Kita jalankan program ini untuk membangun jati diri
manusia dan menghadirkan keadilan restoratif bagi masyarakat. Harapannya
pembinaan yang diberikan nantinya bisa bermanfaat luas setelah bebas,"
ujar Agus Andrianto.