Pelatih Arema FC Marcos Santos mengatakan, timnya menerapkan
low block atau menumpuk pemain di area pertahanan sendiri saat mengimbangi
Malut United 1-1 pada lanjutan Super League 2025/2026, Jumat, karena beberapa
pemain kunci mereka absen.
"Kami meminta tim untuk menahan dahulu," kata
Marcos seusai pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Pada pertandingan itu, para pemain asing yang menjadi
andalan Arema FC yakni Dalberto Luan, Pablo Oliveira dan Matheus Balde tidak
dapat bermain lantaran menjalani sanksi akibat kartu merah.
Kemudian, Betinho Filho dan Joel Vinicius juga menunaikan
sanksi akibat akumulasi kartu kuning, sementara Walisson Maia cedera.
Oleh karena itu, Marcos menyebut taktik bertahan dalam
menjadi strategi yang terus dilatih anak-anak asuhnya pada sesi latihan.
Apalagi, Malut United bermain dengan skuad terbaik, termasuk
trisula lini depan David da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino.
Meski secara skema Arema FC bermain bertahan, namun dia
menyampaikan di dalam lapangan taktik tersebut dikombinasikan dengan transisi cepat
untuk membangun serangan.
Secara keseluruhan, Marcos mengakui bahwa pertandingan
menghadapi Malut United begitu sulit untuk dilalui.
Meski hanya mendulang satu poin, Marcos tetap optimistis
skuad pimpinannya mampu memenuhi ekspektasi dan target manajemen untuk
bertengger di papan atas saat akhir kompetisi.
Delapan pertandingan tersisa coba dimaksimalkan oleh
Alfarizie dan kawan-kawan guna merengkuh hasil maksimal, khususnya ketika
bertandang ke Persib Bandung serta melakoni laga sengit "Derbi Jatim"
melawan Persebaya Surabaya di kandang.
Dia meminta kepada seluruh Aremania dan Aremanita tak
berhenti memberikan suntikan semangat kepada pemain Arema.
"Kami akan berjuang mencari banyak poin. Saya
menginginkan suporter datang memenuhi stadion," tutur Marcos.