Arsenal untuk sementara unggul
atas Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026 di Stadion
Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). Keunggulan The Gunners terjadi berkat gol yang
dicetak Kai Havertz pada menit ke-6. Sejak awal pertandingan, Arsenal tampil
disiplin dalam bertahan.
Seluruh pemain lapangan The
Gunners kerap berada dekat area pertahanan sendiri saat PSG berusaha membongkar
lini belakang mereka. Solidnya pertahanan Arsenal kembali menjadi kunci setelah
mampu meredam sejumlah upaya serangan PSG yang mencoba mencari celah di
sepertiga akhir lapangan.
Gol yang ditunggu Arsenal akhirnya
lahir melalui Kai Havertz, saat penyerang asal Jerman itu bergerak bebas di
sisi kanan pertahanan PSG. Tanpa pengawalan, Havertz masuk ke dalam kotak
penalti dan melepaskan tembakan keras yang menghujam atap gawang PSG.
Keunggulan tersebut membuat
Arsenal bisa memainkan strategi yang mereka sukai, yakni bertahan rapat dan
menunggu peluang serangan balik. Situasi ini menguntungkan pasukan Mikel Arteta
yang dikenal sulit ditembus lawan.
Statistik menunjukkan Arsenal
hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan terakhir mereka di semua
kompetisi.
Gol ke gawang PSG membuat Kai
Havertz mencatatkan sejarah baru di Liga Champions. Havertz menjadi pemain
ketiga yang mampu mencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub berbeda.
Sebelumnya, ia juga mencetak gol
kemenangan saat membela Chelsea pada final Liga Champions 2021 melawan
Manchester City. Pencapaian tersebut membuat Havertz sejajar dengan Cristiano
Ronaldo dan Mario Mandzukic yang lebih dahulu menorehkan rekor serupa.
Cristiano Ronaldo mencetak gol di
final Liga Champions bersama Manchester United dan Real Madrid, sedangkan Mario
Mandzukic melakukannya bersama Bayern Muenchen dan Juventus.
PSG sebenarnya memiliki beberapa
kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Gelandang Fabian Ruiz memperoleh dua
peluang emas sepanjang babak pertama. Salah satu peluang terbaik datang setelah
bola memantul dari Piero Hincapie dan jatuh ke arah Ruiz di depan gawang.
Namun sundulan pemain asal Spanyol
itu masih melambung di atas mistar. Hingga wasit meniup peluit tanda
berakhirnya babak pertama, Arsenal masih mampu mempertahankan keunggulan 1-0
sekaligus menjaga harapan meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah
klub.