Konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana mendorong
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat proses penyaringan (screening)
dan edukasi publik sebagai langkah preventif atau pencegahan praktik investasi
ilegal.
Elvi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis,
menjelaskan pengawasan yang aktif dan sistematis penting untuk memastikan
aktivitas investasi yang beredar di masyarakat tidak dimiliki, dipromosikan,
atau didukung oleh pihak-pihak yang dapat memberi kesan legitimasi, termasuk
pejabat maupun figur publik.
Ia menilai langkah tersebut dapat memperkuat perlindungan
masyarakat dari investasi ilegal yang kerap memanfaatkan popularitas tokoh
tertentu untuk meyakinkan calon investor.
Pasalnya, publik figur memiliki pengaruh besar terhadap
persepsi masyarakat. Dia berpendapat ada kecenderungan sebagian masyarakat
mudah percaya tanpa melakukan pengecekan legalitas lebih lanjut bila suatu
produk dipromosikan oleh tokoh yang dikenal luas.
“OJK tidak cukup
hanya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. OJK harus aktif melakukan
screening terhadap aktivitas investasi yang mencurigakan,” kata Elvi.
Ia mengatakan pengawasan preventif menjadi kunci penting
agar potensi kerugian masyarakat dapat ditekan sejak dini.
Deteksi awal terhadap aktivitas investasi yang tidak sesuai
ketentuan dinilai perlu dilakukan secara berkala agar masyarakat semakin
terlindungi.
“Fungsi pengawasan harus dijalankan secara aktif dan
sistematis,” tambahnya.
Elvi mendorong penguatan koordinasi antara OJK, aparat
penegak hukum, lembaga intelijen keuangan, dan platform digital untuk mendeteksi
lebih awal pola promosi investasi ilegal yang menggunakan nama besar tokoh
tertentu.
Selain pengawasan, Elvi juga menekankan pentingnya edukasi
keuangan bagi masyarakat. Ia menilai publik perlu terus didorong untuk
memeriksa legalitas investasi secara mandiri, memahami risiko produk keuangan,
serta tidak mudah tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat.
Dia menyebut literasi keuangan tetap menjadi benteng utama
untuk mencegah masyarakat terjebak dalam investasi ilegal.