-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Mengonsumsi obat pereda nyeri atau painkiller untuk berbagai keluhan seperti sakit kepala

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-01T20:54:57Z

 

Mengonsumsi obat pereda nyeri atau painkiller untuk berbagai keluhan seperti sakit kepala secara berlebihan berisiko mengganggu kesehatan ginjal.

 


Menurut laporan Hindustan Times, Jumat (1/5), ahli nefrologi dari Rumah Sakit Spesialis Sahadri, Deccan, Dr Manan Doshi menyoroti bagaimana kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri yang kerap setiap kali mengalami ketidaknyamanan ringan dapat memengaruhi ginjal.

Hal ini telah menjadi ancaman tidak terlihat, serta mengkhawatirkan penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa pengawasan. Sikap yang terlalu santai terhadap konsumsi obat ini perlu mendapat perhatian serius dari sisi medis.

“Penyebab utama kerusakan ginjal akibat obat adalah kelompok Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID), dengan diclofenac, ibuprofen, dan naproxen sebagai yang paling sering dikonsumsi,” ujar Dokter Manan.

Penggunaan obat tersebut secara berlebihan mengkhawatirkan karena berpotensi membahayakan ginjal dan tanpa pengawasan kemungkinan komplikasi jangka panjangnya.

Dalam prosesnya, obat ini dapat mengganggu fungsi ginjal secara langsung. Artinya, kelegaan jangka pendek bisa dibayar dengan gangguan serius pada organ vital.

Dokter Manan menjelaskan bahwa obat ini bekerja dengan menghambat prostaglandin, yaitu zat kimia yang berperan menjaga aliran darah ke ginjal tetap optimal.

“Ketika jalur ini terhambat, aliran darah ke ginjal menurun, dan Cedera Ginjal Akut (Acute Kidney Injury) dapat terjadi, bahkan dalam hitungan hari,” ujar dia.

Cedera ginjal akut merupakan salah satu risiko yang dapat dialami oleh pengguna obat pereda nyeri secara rutin. Kelompok yang paling rentan pada mereka yang sudah memiliki fungsi ginjal yang lemah atau tidak optimal.

Dokter Manan juga menjelaskan konsep yang dikenal sebagai “triple whammy,” yaitu kondisi ketika seseorang mengonsumsi diuretik (seperti lasix atau dytor) bersamaan dengan obat tekanan darah (seperti telmisartan, enalapril, atau ramipril).

Ini merupakan risiko yang sudah dikenal dalam dunia nefrologi. Masing-masing obat tersebut dapat sedikit menurunkan aliran darah ke ginjal.

Namun, jika dikombinasikan, efeknya menjadi jauh lebih berbahaya karena secara bersamaan dapat menurunkan aliran darah secara signifikan, memberikan tekanan mendadak pada ginjal, dan meningkatkan risiko kerusakan serius.

Kondisi ini semakin berbahaya karena banyak orang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal tahap awal, dan sudah mengonsumsi obat yang memengaruhi aliran darah ke ginjal. Menambahkan obat pereda nyeri dalam kondisi ini bisa semakin meningkatkan risiko.

Dokter Manan juga membagikan beberapa panduan dalam mengonsumsi obat pereda nyeri seperti gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin, jika memiliki hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal, hindari NSAID yang dijual bebas kecuali atas saran dokter.

“Nyeri yang berlangsung lebih dari 3–5 hari sebaiknya diperiksakan ke dokter, bukan diatasi dengan menambah dosis obat,” imbuh dia.

×
Berita Terbaru Update