Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mendalami temuan terkait
entitas yang menawarkan jasa penyelesaian utang pinjaman online (pinjol).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa
Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan,
temuan tersebut diperoleh dari hasil patroli siber serta informasi yang
diterima Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) di
daerah.
Sejumlah entitas diduga menawarkan jasa penyelesaian utang
dengan meminta biaya kepada masyarakat serta mengeklaim telah terdaftar di OJK.
“Saat ini, informasi tersebut masih dalam proses pendalaman
lebih lanjut untuk menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan,” kata
Dicky Kartikoyono dilansir dari Antara, Minggu (24/5/2026).Ia mengimbau
masyarakat agar waspada terhadap pihak yang menawarkan jasa pelunasan atau
penyelesaian utang, terutama yang meminta pembayaran biaya di awal maupun
menggunakan atribut atau mencatut nama OJK secara tidak sah.
“Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi legalitas
dan kebenaran informasi melalui kanal resmi OJK sebelum melakukan transaksi
atau memberikan data pribadi,” ujar Dicky.
Sebelumnya, OJK melalui Satgas Pasti telah menghentikan
operasional satu entitas dengan modus serupa, yakni PT Malahayati Nusantara
Raya (Malahayati). Perusahaan tersebut menawarkan jasa konsultasi permasalahan
pinjaman online, jasa penagihan utang, serta program pengembangan dan
penyaluran modal kepada masyarakat.
Dalam publikasinya, ditemukan sejumlah konten perusahaan
yang menggunakan logo OJK dan mengeklaim telah berizin serta terdaftar di OJK.
Berdasarkan hasil klarifikasi dan verifikasi, Malahayati
diketahui tidak memiliki izin dari OJK maupun regulator terkait lainnya. Selain
itu, perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan
perizinan yang diterbitkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
SatgasPasti juga melakukan pemblokiran akses terhadap media
sosial dan tautan terkait. Penghentian kegiatan dan pemblokiran tautan itu
berlaku hingga perizinan yang dibutuhkan dipenuhi.