PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menegaskan
komitmennya memperkuat konektivitas global, pengembangan ekosistem digital,
serta dukungan pembiayaan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi
nasional.
Direktur Treasury & International Banking BNI Abu
Santosa Sudradjat dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan
peran perbankan saat ini tidak lagi hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi
juga menjadi mitra strategis yang membantu pelaku usaha nasional terhubung
dengan pasar global.
“Sebagai salah satu bank di Indonesia yang memiliki jaringan
internasional, BNI berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku usaha
nasional dengan pasar global. Tidak hanya menyediakan pembiayaan, BNI juga
mendukung transaksi internasional, trade finance, business matching, hingga
akses informasi pasar bagi pelaku usaha Indonesia,” ujar Abu dalam sesi diskusi
Business Talk “The Bankers” pada Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta.
Ia mengatakan BNI juga terus memperkuat dukungan terhadap
usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program BNI Xpora guna meningkatkan
kapasitas usaha, mempercepat digitalisasi, serta membuka peluang ekspor dan
kemitraan bisnis internasional melalui jaringan global perseroan.
Selain itu, BNI memperkuat open banking ecosystem melalui
pengembangan solusi transaksi digital dan cash management, serta menghadirkan
layanan digital seperti wondr by BNI dan BNIdirect untuk mendukung kebutuhan nasabah
ritel maupun korporasi.
Abu menambahkan BNI akan terus memperkuat peran sebagai
penghubung ekosistem ekonomi nasional dan global melalui inovasi digital,
penguatan jaringan internasional, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan
terhadap sektor produktif dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global.
“Ke depan, BNI akan terus memperkuat perannya sebagai
penghubung ekosistem ekonomi nasional dan global melalui inovasi digital,
penguatan jaringan internasional, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan
terhadap sektor-sektor produktif dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing global,” katanya.