-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pekan ini tidak hanya menewaskan sedikitnya 61 orang

Senin, 15 Juni 2026 | Juni 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-14T20:15:11Z

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pekan ini tidak hanya menewaskan sedikitnya 61 orang, tetapi juga mengangkat dasar laut hingga sekitar 2 meter dan menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut.



Kementerian Lingkungan Hidup Filipina pada Minggu (14/6/2026) menyatakan fenomena geologi yang dikenal sebagai coastal uplift atau pengangkatan garis pantai terjadi setelah gempa kuat yang mengguncang Pulau Mindanao pada Senin (9/6/2026).

Berdasarkan data terbaru badan penanggulangan bencana Filipina, gempa tersebut juga menyebabkan sedikitnya 40 orang masih dinyatakan hilang.

Warga setempat pertama kali melaporkan perubahan kondisi pesisir dua hari setelah gempa terjadi. Di sejumlah lokasi, garis pantai dilaporkan bertambah hingga 200 meter akibat dasar laut yang terangkat ke permukaan.

Menurut Philippine Institute of Volcanology and Seismology, pergeseran pada Cotabato Trench menyebabkan sebagian wilayah pesisir di Provinsi Sarangani dan Davao Occidental terdorong ke atas sehingga dasar laut yang sebelumnya terendam menjadi terlihat di permukaan.

Lembaga tersebut memperkirakan pengangkatan permukaan tanah mencapai sekitar 2 meter.

Palung Cotabato yang berada sekitar 50 kilometer dari pesisir selatan Mindanao memang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas seismik tinggi. Pada Januari lalu, wilayah tersebut juga mengalami ribuan gempa kecil dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Tim yang diterjunkan ke lokasi menemukan bentangan panjang terumbu karang dan padang lamun yang kini berada di atas permukaan air laut akibat perubahan struktur dasar laut tersebut.

Foto yang dirilis kantor regional Kementerian Lingkungan Hidup Filipina memperlihatkan hamparan karang yang mengering dengan sejumlah ikan dan biota laut lainnya ditemukan mati di atasnya.

Awalnya warga melaporkan fenomena tersebut karena khawatir gas yang muncul dari bangkai biota laut yang membusuk dapat membahayakan kesehatan.

Kementerian Lingkungan Hidup Filipina menyebut terumbu karang dan padang lamun yang terangkat ke permukaan mulai mengalami kematian bersama berbagai organisme yang hidup di dalamnya, termasuk ikan karang, belut, kerang, dan biota laut lainnya.

Hingga kini, pemerintah Filipina masih melakukan survei untuk menghitung luas wilayah yang terdampak karena area yang harus diperiksa sangat besar. Namun, otoritas setempat memperingatkan kerusakan ekosistem pesisir berpotensi cukup signifikan akibat perubahan geologi yang dipicu gempa tersebut.


×
Berita Terbaru Update