-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Aki mobil menjadi salah satu komponen terpenting dalam sistem kelistrikan kendaraan

Jumat, 24 Juli 2026 | Juli 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-23T18:58:04Z

 

Aki mobil menjadi salah satu komponen terpenting dalam sistem kelistrikan kendaraan.

 


Fungsinya bukan hanya untuk menyalakan mesin, tetapi juga menyuplai listrik ke berbagai perangkat, seperti lampu, sistem audio, AC, power window, hingga berbagai fitur elektronik lainnya.

Saat aki mobil mulai tekor atau melemah, performa kendaraan ikut menurun dan berisiko menyebabkan mobil sulit dihidupkan bahkan mogok secara tiba-tiba.

 

Aki mobil tekor adalah kondisi ketika daya listrik yang tersimpan di dalam aki menurun sehingga tidak mampu menyuplai kebutuhan kelistrikan kendaraan secara optimal. Kondisi ini berbeda dengan aki soak yang menandakan sel-sel di dalam aki telah rusak permanen.

 

Pada aki yang tekor, pengisian ulang (recharge) masih memungkinkan dilakukan apabila kondisi sel aki masih dalam keadaan baik. Sementara aki soak umumnya harus diganti dengan unit baru.

Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini sangat penting agar kerusakan tidak semakin parah dan biaya perbaikan dapat ditekan.

 

Ciri-ciri Aki Mobil Tekor

Ada beberapa tanda yang dapat dikenali ketika aki mobil mulai kehilangan performanya.

 

1. Mesin sulit dinyalakan

Gejala paling umum adalah mesin yang sulit hidup saat kunci diputar atau tombol start ditekan. Respons starter terasa lambat, bahkan terkadang mesin sama sekali tidak menyala.

 

Kondisi ini terjadi karena aki tidak lagi mampu memberikan arus listrik yang cukup untuk menggerakkan motor starter.

 

2. Putaran starter terasa lemah

Selain mesin sulit hidup, suara starter biasanya terdengar lebih pelan atau berputar lebih lambat dibandingkan biasanya.

 

Hal ini menunjukkan daya listrik yang dikirim menuju sistem starter sudah tidak optimal. Jika dibiarkan, kemampuan aki akan terus menurun hingga akhirnya benar-benar habis.

 

3. Sistem kelistrikan mulai bermasalah

Saat aki mobil melemah, berbagai komponen kelistrikan ikut terdampak, seperti lampu depan dan lampu kabin menjadi lebih redup, audio terdengar kurang bertenaga, AC bekerja kurang maksimal, klakson melemah, dan power window bergerak lebih lambat.

 

Pada kondisi yang lebih parah, beberapa perangkat bahkan bisa berhenti berfungsi karena suplai listrik tidak lagi mencukupi.

 

4. Tegangan aki berada di bawah standar

Pemeriksaan menggunakan voltmeter dapat memberikan gambaran kondisi aki. Sebagai acuan, tegangan normal saat mesin mati sekitar 12,5 volt dan saat mesin hidup biasanya meningkat menjadi 13–14 volt karena alternator mengisi ulang aki.

 

Jika tegangan turun jauh di bawah angka tersebut, terutama hingga kurang dari 9 volt, biasanya mobil sudah tidak mampu dihidupkan karena daya listrik terlalu rendah.

 

5. Sering membutuhkan jump start

Mobil yang berulang kali harus dinyalakan menggunakan kabel jumper atau bantuan aki kendaraan lain merupakan tanda kuat aki sudah kehilangan kemampuan menyimpan energi.

Jump start memang bisa menjadi solusi sementara, tetapi tidak mengatasi penyebab utama kerusakan pada aki.

 

6. Lampu indikator aki menyala di dashboard

Sebagian besar mobil modern memiliki lampu indikator aki pada panel instrumen. Jika indikator tersebut menyala, artinya terdapat gangguan pada sistem kelistrikan, baik berasal dari aki maupun sistem pengisian seperti alternator.

Meski kendaraan terkadang masih dapat digunakan, kondisi ini sebaiknya segera diperiksa agar kerusakan tidak semakin besar.

 

7. Muncul korosi atau bau tidak normal

Pemeriksaan fisik juga penting dilakukan. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan, seperti muncul kerak putih atau kehijauan pada terminal aki akibat korosi, bau menyengat seperti telur busuk yang berasal dari kebocoran gas atau cairan asam sulfat, serta terminal aki tampak kotor sehingga menghambat aliran listrik.

Korosi maupun kebocoran dapat mengurangi performa aki sekaligus merusak komponen di sekitarnya.

 

8. Umur aki sudah melewati masa pakai

Secara umum, usia pakai aki mobil berada di kisaran 3 hingga 5 tahun, tergantung jenis aki, intensitas penggunaan kendaraan, kondisi cuaca, serta perawatan yang dilakukan.

Jika usia aki sudah mendekati batas tersebut dan mulai menunjukkan berbagai gejala di atas, kemungkinan besar aki memang sudah memasuki akhir masa pakainya.

Perbedaan Aki Tekor dan Aki Soak

Meski sering dianggap sama, aki tekor dan aki soak memiliki kondisi yang berbeda. Aki tekor terjadi ketika daya listrik di dalam aki berkurang sehingga tegangan turun di bawah batas normal.

Namun, sel aki masih berfungsi sehingga masih memungkinkan dilakukan pengisian ulang. Sementara itu, aki soak merupakan kondisi ketika sel-sel aki sudah mengalami kerusakan permanen sehingga tidak mampu lagi menyimpan maupun menghasilkan energi listrik.

Dalam kondisi ini, pengisian ulang biasanya tidak akan membantu dan solusi terbaik adalah mengganti aki baru.

Penyebab Aki Mobil Menjadi Tekor

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan aki mobil kehilangan daya lebih cepat, antara lain:

Mobil jarang digunakan sehingga aki tidak memperoleh pengisian ulang dari alternator.

Penggunaan perangkat elektronik berlebihan ketika mesin dalam keadaan mati.

Cairan aki berkurang, khususnya pada aki basah.

Terminal aki mengalami korosi sehingga aliran listrik terganggu.

Sistem pengisian, seperti alternator atau regulator, mengalami kerusakan.

Suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin sehingga mempercepat penurunan performa aki.

Usia aki yang memang sudah melewati masa pakainya.

Cara Mengatasi Aki Mobil Tekor

Penanganan aki mobil yang tekor harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika hanya kekurangan daya, aki masih dapat diisi ulang menggunakan charger aki atau melalui sistem pengisian kendaraan apabila alternator masih bekerja dengan baik.

Selain itu, pemilik kendaraan juga disarankan untuk:

 

×
Berita Terbaru Update