Amerika Serikat (AS) dilaporkan melancarkan serangan udara
ke kawasan dekat Kota Piranshahr, Provinsi Azerbaijan Barat, Iran, yang
berbatasan langsung dengan Irak. Informasi tersebut disampaikan media
pemerintah Iran, IRIB, pada Rabu (29/7/2026).
IRIB melaporkan serangan menghantam sebuah lokasi di wilayah
tersebut dan disebut dilakukan oleh militer Amerika Serikat. Hingga berita ini
diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat
serangan tersebut.
Insiden itu terjadi ketika ketegangan di kawasan Timur
Tengah masih berlangsung meski situasi sempat relatif mereda sejak Jumat
setelah gelombang saling serang terbaru antara Washington dan Teheran mulai
menurun.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8
Juli menyatakan gencatan senjata telah berakhir. Pernyataan itu muncul setelah
terjadi serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz yang oleh Washington
dituduhkan dilakukan Iran.
Dalam eskalasi konflik tersebut, Komando Pusat Amerika
Serikat (Centcom) mengaku telah menggempur sejumlah target strategis di Iran.
Sasaran operasi meliputi infrastruktur militer, sistem pengawasan pesisir,
fasilitas rudal dan pesawat nirawak, aset angkatan laut, hingga pusat logistik.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap
sejumlah fasilitas dan peralatan militer Amerika Serikat yang berada di
beberapa negara Arab.
Ketegangan kembali meningkat meski Washington dan Teheran
sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni. Kesepakatan itu
bertujuan menghentikan pertempuran sekaligus membuka jalan bagi perundingan
yang lebih luas guna mengakhiri konflik yang pecah setelah serangan Israel dan
Amerika Serikat pada 28 Februari.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah
Amerika Serikat terkait laporan serangan terbaru tersebut.
Mengutip laporan IRIB, serangan tersebut menghantam sebuah
lokasi di Provinsi Azerbaijan Barat yang dilaporkan dilakukan oleh Amerika
Serikat.