Eks juru taktik Manchester City, Josep ‘Pep’ Guardiola,
menolak kesempatan menjadi pelatih timnas Italia. Pelatih asal Spanyol itu
memilih tetap menjalankan rencananya untuk beristirahat dari dunia sepak bola
setelah mengakhiri kebersamaannya dengan Man City pada musim panas tahun ini.
Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC),
Giovanni Malago, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan
Guardiola. Bahkan, FIGC disebut siap memberikan pengecualian terkait besaran
gaji demi meyakinkan salah satu pelatih tersukses di dunia tersebut.
Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, juga mengungkapkan
Italia sebelumnya sempat mencoba merekrut Carlo Ancelotti. Namun, pelatih yang
kini menangani timnas Brasil itu memutuskan tetap bertahan pada posisinya.
Setelah gagal mendapatkan Ancelotti, FIGC kembali berupaya
membujuk Guardiola. Selain menawarkan gaji besar, federasi juga siap memberikan
keleluasaan penuh kepada Guardiola untuk membentuk tim sesuai visinya.
Langkah itu dilakukan karena Italia ingin segera bangkit
setelah gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Meski telah
mempertimbangkan tawaran tersebut, Guardiola akhirnya memutuskan menolak.
Pelatih 55 tahun itu memilih memanfaatkan masa rehatnya
untuk memulihkan tenaga, menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga,
serta melakukan perjalanan sebelum kembali melatih pada masa depan. Penolakan
Guardiola membuat FIGC harus mencari alternatif lain untuk mengisi kursi
pelatih timnas Italia.
Saat ini, mantan gelandang sekaligus legenda Italia, Andrea
Pirlo, menjadi kandidat terdepan. Pirlo yang kini melatih klub United FC di
Dubai, Uni Emirat Arab diproyeksikan memimpin Gli Azzurri menghadapi UEFA
Nations League pada musim gugur mendatang.
Italia dijadwalkan bersaing di grup yang dihuni Prancis,
Belgia, dan Turki sebelum melanjutkan perjuangan untuk mengamankan tiket ke
putaran final Euro 2028.