-->
×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

FIFA memutuskan membatalkan rencana perubahan aturan adu penalti di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-30T19:04:16Z



 FIFA memutuskan membatalkan rencana perubahan aturan adu penalti di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu, memilih mempertahankan mekanisme yang berlaku saat ini setelah berdiskusi dengan International Football Association Board (IFAB).

Keputusan tersebut diambil ketika turnamen memasuki fase gugur. Babak 32 besar telah dimulai dengan Kanada menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar usai mengalahkan Afrika Selatan, disusul Brasil yang menyingkirkan Jepang dengan kemenangan 2-1

Sebelumnya, FIFA sempat mengusulkan perubahan mekanisme undian sebelum adu penalti. Dalam proposal tersebut, hanya akan dilakukan satu kali lemparan koin antara kedua kapten tim.

Pemenang undian diberi hak memilih apakah menjadi penendang pertama atau menentukan sisi gawang untuk adu penalti. Tim yang kalah kemudian memperoleh hak memilih opsi yang tersisa.

Usulan tersebut diajukan untuk menghilangkan keuntungan ganda yang selama ini dapat diperoleh pemenang dua kali undian koin sebelum adu penalti berlangsung.

Namun, menurut laporan The Athletic, pembahasan bersama IFAB berakhir tanpa perubahan aturan. FIFA dan IFAB memutuskan tetap menggunakan prosedur yang berlaku saat ini, Selasa (30/6/2026).

Artinya, apabila pertandingan Piala Dunia 2026 harus ditentukan melalui adu penalti, akan tetap dilakukan dua kali lemparan koin.

Undian pertama menentukan tim yang berhak mengambil tendangan pertama. Sementara undian kedua menentukan sisi gawang yang akan digunakan untuk adu penalti.

IFAB sebenarnya terbuka untuk menguji sistem satu kali lemparan koin pada kompetisi lain di masa depan. Namun, perubahan tersebut belum akan diterapkan pada fase gugur Piala Dunia.

Sistem dua kali undian sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam sejumlah laga besar. Salah satunya terjadi pada final Liga Champions ketika Arsenal kalah dalam kedua undian melawan Paris Saint-Germain.

Contoh lainnya terjadi pada final Piala Dunia 2022. Saat itu, Lionel Messi dan Argentina mendapatkan keuntungan posisi adu penalti di depan pendukung mereka di Stadion Lusail, Qatar.

Meski kapten Prancis Hugo Lloris memenangkan salah satu undian, Argentina akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah Gonzalo Montiel sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan.

Dengan keputusan tersebut, seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlanjut hingga adu penalti tetap menggunakan prosedur dua kali lemparan koin sebagaimana aturan yang berlaku saat ini.


×
Berita Terbaru Update