-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Nama Pangeran Kerajaan Arab Saudi Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud kembali menjadi sorotan s

Sabtu, 25 Juli 2026 | Juli 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T20:14:51Z

 


Nama Pangeran Kerajaan Arab Saudi Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud kembali menjadi sorotan setelah hasil penyelidikan mengungkap penyebab kematiannya di sebuah hotel di London pada November 2025.

 

Pangeran Abdullah meninggal dunia pada usia 29 tahun. Ia merupakan anggota Wangsa Al Saud yang berasal dari garis keturunan Al Jalawi, salah satu garis keturunan penting dalam keluarga kerajaan Arab Saudi yang memiliki peran dalam sejarah berdirinya Kerajaan Arab Saudi modern.

 

Berbeda dengan sejumlah anggota keluarga kerajaan lainnya, seperti Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang aktif di pemerintahan, Abdullah tidak diketahui pernah menduduki jabatan resmi di pemerintahan, militer, maupun dunia bisnis. Informasi mengenai kehidupan pribadi, pendidikan, dan kariernya juga sangat terbatas.

 

Namanya baru menjadi perhatian luas setelah sidang penyelidikan kematiannya digelar di Inggris. Dalam persidangan terungkap, Abdullah sempat menjalani rehabilitasi karena mengalami ketergantungan berat terhadap alkohol dan obat antikecemasan, termasuk alprazolam.

 

Pada Agustus 2025, Abdullah menjalani perawatan di Priory Clinic di Roehampton, London Barat Daya. Klinik rehabilitasi tersebut dikenal sebagai salah satu pusat rehabilitasi paling bergengsi di Inggris dan kerap menangani pasien dari kalangan selebritas maupun tokoh internasional.

 

Selama menjalani perawatan, Abdullah mengikuti program detoksifikasi untuk menghentikan ketergantungan terhadap alkohol, benzodiazepine, dan obat antikecemasan pregabalin.

 

Tim medis yang menangani Abdullah menyatakan ia menjalani rehabilitasi dengan baik dan berhasil menyelesaikan seluruh program perawatan. Dokter juga menilai saat dipulangkan, Abdullah tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

 

Seusai keluar dari Priory Clinic, Abdullah melanjutkan rehabilitasi di Rainford Hall Clinic di St Helens, Merseyside. Di sana, ia juga sempat menjalani pengobatan karena infeksi saluran pernapasan atas sebelum akhirnya dinyatakan pulih.

 

Namun, beberapa pekan setelah menyelesaikan rehabilitasi, Abdullah ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kamar hotel Marriott Kensington, London Barat, pada 25 November 2025.

 

Hasil autopsi menyatakan ia tidak memiliki penyakit akut maupun kronis. Meski demikian, pemeriksaan toksikologi menemukan kadar alkohol dalam darah yang sangat tinggi, disertai kandungan gamma-hydroxybutyrate (GHB), ganja, serta sejumlah obat antikecemasan.

 

Meski dikenal tertutup, persidangan di Inggris baru-baru ini memberikan gambaran mengenai kepribadian Abdullah. Psikiater Victoria Chamorro yang pernah pernah merawatnya menggambarkan Abdullah sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul selama menjalani rehabilitasi.

 

"Dia sangat mendukung dan baik kepada pasien lain serta menjalin banyak pertemanan," kata Chamorro, dikutip dari IBtimes, Jumat (24/7/2026).

 

Meski berhasil menyelesaikan rehabilitasi, Abdullah kemudian beberapa kali tidak menghadiri jadwal konsultasi lanjutan yang telah ditetapkan.

 

Meski demikian, bukti yang dipaparkan di persidangan menunjukkan Abdullah secara aktif berupaya mencari bantuan profesional untuk mengatasi kecanduan serta masalah kesehatan mental yang dialaminya sebelum akhirnya meninggal dunia.

×
Berita Terbaru Update