-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan membahas berbagai isu strategis dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Minggu, 26 Juli 2026 | Juli 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-26T16:52:27Z

 


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan membahas berbagai isu strategis dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan mereka pekan depan, termasuk perkembangan situasi di Iran.

 

Dalam pernyataannya pada pembukaan rapat kabinet mingguan, Minggu (26/7/2026), Netanyahu menyebut pembicaraan dengan Trump akan mencakup seluruh isu penting yang sedang menjadi perhatian kedua negara.

 

"Kami akan membahas semua isu yang saat ini menjadi agenda, termasuk situasi di Iran," ujar Netanyahu, dikutip dari Times of Israel.

 

Selain bertemu Trump, Netanyahu mengatakan dirinya juga akan menghadiri pemakaman Senator Amerika Serikat Lindsey Graham. Ia menyebut Graham sebagai salah satu sahabat terbesar Israel.

 

"Lindsey Graham adalah salah satu sahabat terbesar Israel sejak negara ini didirikan. Sudah sepantasnya kami memberikan penghormatan terakhir kepadanya," katanya.

 

Netanyahu juga mengungkapkan telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Sabtu (25/7/2026) malam. Menurutnya, Rubio menegaskan pemerintah Amerika Serikat akan mengambil langkah terhadap Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).

 

"Amerika Serikat berniat mengambil tindakan terhadap Mahkamah Pidana Internasional, yang membahayakan keadilan di seluruh dunia dan juga mengancam hak negara-negara demokratis yang berdaulat untuk menjalankan kedaulatannya," ujar Netanyahu.

 

Netanyahu kembali mengkritik ICC yang sebelumnya mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant. Ia menuding lembaga tersebut telah melampaui kewenangannya.

 

Menurut Netanyahu, mantan Kepala Jaksa ICC Karim Khan menerbitkan surat perintah tersebut demi mengalihkan perhatian dari persoalan yang dihadapinya sendiri.

 

"Perisai yang selama ini melindunginya kini telah runtuh. Hal itu memperlihatkan motif sebenarnya serta kurangnya keadilan dan adanya korupsi mendalam, bukan hanya di Kantor Jaksa, tetapi juga di Mahkamah Pidana Internasional secara keseluruhan," katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menyinggung operasi militer Israel di Tepi Barat menyusul bentrokan mematikan yang terjadi pada Jumat (24/7/2026). Ia mengatakan pemerintah telah menginstruksikan militer untuk memasuki sejumlah desa, melakukan penggeledahan, menyita senjata, dan menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat.

 

"Kami siap mengambil tindakan yang lebih luas terhadap basis-basis kelompok teroris," tegas Netanyahu.

×
Berita Terbaru Update