-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai meningkat pada Oktober 2026.

Minggu, 23 Agustus 2026 | Agustus 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T21:59:51Z

 


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai meningkat pada Oktober 2026. Kondisi tersebut diharapkan membantu mengurangi dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah bagian utara.

 

Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, Utari Randiana, mengatakan peningkatan curah hujan pada Oktober diperkirakan lebih dahulu terjadi di sejumlah wilayah utara.

 

"Sedangkan pada November curah hujan tingkat menengah mulai merata dari wilayah utara menuju selatan Kalimantan Selatan, mencakup Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin," kata Utari di Banjarbaru, dilansir dari Antara, Sabtu (22/8/2026).

 

Menurut Utari, peningkatan curah hujan pada Oktober diprakirakan terjadi di Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.

 

Memasuki November, hujan dengan intensitas menengah diperkirakan semakin meluas dari wilayah utara menuju bagian selatan Kalsel.

 

Peningkatan curah hujan kemudian mencakup Tanah Bumbu, Banjar, bagian utara Kotabaru, hingga Banjarmasin. Wilayah selatan Kalsel diperkirakan menjadi kawasan terakhir yang mengalami peningkatan curah hujan.

 

Sementara itu, kondisi curah hujan pada September masih diprakirakan berada pada kategori sangat rendah hingga rendah.

 

"Kondisi curah hujan pada September masih diprakirakan berada pada kategori sangat rendah hingga rendah, sehingga peningkatan yang mulai terlihat pada Oktober menjadi bagian dari perubahan kondisi hujan secara bertahap," ujarnya.

 

Untuk kondisi cuaca dalam waktu dekat, BMKG memprakirakan model curah hujan harian pada 22 Agustus masih menunjukkan kondisi nihil. Namun, mulai 23 Agustus terdapat potensi hujan lokal dengan intensitas ringan di sejumlah wilayah timur dan selatan Kalsel.

 

Prospek cuaca mingguan juga menunjukkan potensi hujan lokal pada 22-25 Agustus 2026. Sementara model Global Forecast System (GFS) memperlihatkan peluang hujan mulai 23 Agustus 2026.

 

Meski demikian, masyarakat masih perlu mewaspadai karhutla. BMKG mencatat tingkat kemudahan terbakar lahan pada 22-23 Agustus masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar di seluruh wilayah Kalsel.

 

Waspada Karhutla dan Kabut Asap

Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ariansyah meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pelaporan secara cepat diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan dan mencegah api meluas.

 

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Penggunaan masker dianjurkan ketika kondisi udara terdampak kabut asap. Selain itu, pengguna transportasi diminta lebih berhati-hati ketika jarak pandang terganggu akibat kabut.

 

"Keterlibatan masyarakat diperlukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, baik melalui pelaporan titik api maupun kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruang selama kondisi lahan masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar," ujar Ariansyah.

×
Berita Terbaru Update