-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dua penerbangan dari Jakarta menuju Jambi dialihkan ke Batam dan Palembang akibat jarak pandang terbatas karena kabut asap tebal

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T18:34:13Z

  Dua penerbangan dari Jakarta menuju Jambi dialihkan ke Batam dan Palembang akibat jarak pandang terbatas karena kabut asap tebal yang melanda Kota Jambi pada Minggu (23/8/2026) pagi hingga siang.



General Manager PT Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi Ardon Marbun membenarkan pengalihan pendaratan dua pesawat tersebut.


 “Berdasarkan laporan resmi pihak bandara, kabut asap berdampak pada dua penerbangan dari Jakarta (CGK) menuju Jambi (DJB),” katanya dilansir dari Antara.


Pesawat pertama yang gagal mendarat adalah Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6804, menggunakan Airbus A320 dengan nomor registrasi PK-LAT. Pesawat tersebut membawa 138 penumpang dewasa dan satu bayi.


Pesawat semula dijadwalkan tiba pada pukul 10.00 WIB dengan perkiraan waktu kedatangan pukul 10.40 WIB. Namun, pada pukul 10.45 WIB, petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) menginformasikan kepada tim Apron Movement Control (AMC) bahwa pesawat tersebut dialihkan ke Batam.


Pengalihan dilakukan setelah jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Saifuddin turun hingga 1.000 meter akibat kabut asap tebal.


Pesawat kedua yang gagal mendarat adalah Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 842, menggunakan Airbus A320 dengan nomor registrasi PK-STZ. Pesawat yang terbang dari Jakarta menuju Jambi tersebut membawa 120 penumpang dewasa dan satu anak.


Pesawat dijadwalkan tiba pada pukul 11.25 WIB dengan perkiraan waktu kedatangan pukul 11.31 WIB. Namun, karena kondisi cuaca di sekitar landasan belum membaik, pendaratan akhirnya dialihkan ke Palembang.


Ardon merinci, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Saifuddin pada pukul 09.30 WIB masih berada pada level aman, yakni sekitar 5.000 meter.


Namun, satu jam kemudian, tepatnya pukul 10.30 WIB, jarak pandang menyusut menjadi 1.000 meter. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 11.30 WIB.


Pihak bandara memastikan jarak pandang kemudian kembali normal menjadi 3.500 meter. Pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta tujuan Jambi juga berhasil mendarat pada pukul 13.44 WIB.


Sementara itu, dua pesawat yang dialihkan ke Batam dan Palembang pada penerbangan pagi tersebut belum dapat mendarat di Bandara Sultan Thaha Saifuddin hingga siang hari.


“Garuda siang sudah normal landing, masih Garuda yang bisa mendarat. Dua pesawat pagi yang dialihkan belum bisa mendarat,” kata Ardon.


×
Berita Terbaru Update