-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Google memberikan kontrol yang lebih luas kepada pengguna dalam mengatur tampilan konten visual

Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-19T17:40:52Z

 

Google memberikan kontrol yang lebih luas kepada pengguna dalam mengatur tampilan konten visual yang dibuat menggunakan Gemini.

 


Salah satu fitur yang diperkenalkan memungkinkan pengguna menonaktifkan watermark visual Gemini yang sebelumnya muncul pada gambar maupun berbagai hasil kreasi artificial intelligence (AI).

 

Pengaturan tersebut tersedia melalui menu media watermark. Ketika opsi ini dimatikan, konten visual yang dihasilkan dapat ditampilkan tanpa logo atau tanda air Gemini yang terlihat secara langsung.

 

Meski demikian, hilangnya watermark visual tidak berarti seluruh penanda yang menunjukkan keterlibatan AI ikut dihapus. Google masih menyematkan teknologi identifikasi digital pada konten yang dibuat menggunakan sistem AI-nya.

Pengguna yang ingin menghapus tanda air Gemini dari tampilan hasil kreasi dapat mengubah pengaturan melalui layanan Gemini. Berikut ini langkah-langkahnya:

 

Buka layanan Gemini melalui perangkat yang digunakan.

Masuk ke menu settings atau pengaturan.

Cari opsi media watermark.

Geser tombol pengaturan ke posisi nonaktif.

Buat konten baru untuk memastikan watermark visual Gemini sudah tidak terlihat.

Perlu diperhatikan, ketersediaan pengaturan tersebut dapat berbeda berdasarkan platform dan wilayah pengguna.

 

Sejumlah laporan menyebutkan fitur ini lebih dahulu tersedia pada Gemini versi web, sedangkan dukungan untuk aplikasi seluler masih diperluas secara bertahap.

 

Watermark Visual Hilang, Jejak AI Tetap Ada

Menonaktifkan watermark yang terlihat tidak berarti seluruh penanda AI pada konten ikut menghilang. Google tetap menggunakan SynthID, teknologi watermark digital yang dirancang agar tidak terlihat oleh mata manusia.

 

SynthID disematkan pada konten yang dibuat atau diedit menggunakan model AI Google. Teknologi tersebut berfungsi membantu mengidentifikasi media yang memiliki keterlibatan AI Google, meskipun tanda air visual pada konten telah dinonaktifkan.

 

Selain SynthID, Google menggunakan content credentials atau kredensial konten yang dapat menyimpan informasi mengenai asal-usul serta riwayat pengeditan sebuah media.

 

Sistem ini menggunakan standar C2PA untuk memberikan konteks mengenai keterlibatan AI dalam proses pembuatan maupun penyuntingan konten.

 

Artinya, menonaktifkan watermark visual pada Gemini pada dasarnya hanya mengubah tampilan hasil karya. Pengaturan tersebut tidak ditujukan untuk menghapus seluruh mekanisme yang digunakan Google dalam mengidentifikasi konten hasil AI.

 

Berlaku untuk Berbagai Format Konten AI

Pengaturan watermark visual tidak hanya berkaitan dengan gambar. Google juga memperluas penerapannya pada berbagai format konten yang dibuat menggunakan teknologi AI.

 

Pengaturan tersebut mencakup gambar yang dibuat menggunakan model Nano Banana, video melalui Gemini Omni, hingga musik yang dihasilkan dengan Lyria. Pengaturan serupa juga tersedia dalam ekosistem Flow.

 

Google sebelumnya menjelaskan, video yang dibuat melalui Gemini dilengkapi SynthID untuk membantu mengenali konten yang berasal dari teknologi AI Google. Sistem verifikasi tersebut kemudian diperluas sehingga dapat digunakan untuk gambar, video, dan audio.

 

Gemini juga dapat dimanfaatkan untuk memeriksa sebuah file. Pengguna dapat mengunggah gambar, video, atau audio ke Gemini, kemudian meminta layanan tersebut memeriksa apakah media bersangkutan dibuat atau diedit menggunakan AI Google.

 

Dalam prosesnya, Gemini akan memeriksa keberadaan SynthID sebagai salah satu indikator untuk membantu menentukan apakah konten tersebut memiliki keterkaitan dengan sistem AI Google.

×
Berita Terbaru Update