Google menghadirkan pembaruan pada Google Discover yang
memungkinkan pengguna menyesuaikan isi umpan secara lebih langsung menggunakan
bahasa alami.
Fitur ini memungkinkan pengguna memberi tahu Google topik
atau tautan tertentu yang ingin lebih sering atau lebih jarang muncul di
Discover, cukup dengan menyampaikannya menggunakan kata-kata sendiri.
Dikutip dari 9to5Google, melalui antarmuka berbasis prompt,
pengguna dapat memasukkan instruksi mengenai konten yang ingin mereka lihat
lebih banyak atau lebih sedikit.
Google juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk
memperjelas preferensi tersebut. Setelah pengguna memberikan instruksi,
tampilan umpan Discover akan disesuaikan dengan cepat.
Preferensi yang diberikan juga akan diingat sehingga sistem
dapat mempertahankan penyesuaian tersebut pada rekomendasi berikutnya. Fitur
ini membuat personalisasi Google Discover terasa lebih interaktif.
Pengguna tidak lagi sepenuhnya bergantung pada algoritma
untuk memahami minat mereka, tetapi dapat ikut menjelaskan secara langsung
jenis konten yang dianggap relevan.
Setelah tersedia, pengguna dapat mengetuk tombol tiga titik
atau kartu khusus untuk memasukkan prompt. Google sebelumnya telah menguji
kemampuan ini sejak tahun lalu dan kini mulai meluncurkannya secara lebih luas
dalam beberapa hari mendatang.
Mengubah Cara Pengguna Mengendalikan Umpan
Google Discover selama ini bekerja dengan cara mempelajari
pengguna dari aktivitas mereka. Sistem mengamati apa yang dibuka, dicari,
diikuti, diabaikan, atau disembunyikan, kemudian menerjemahkan berbagai sinyal
tersebut menjadi perkiraan mengenai konten yang kemungkinan ingin dilihat
berikutnya.
Pendekatan tersebut memang membuat umpan menjadi personal,
tetapi pengguna tidak selalu memiliki kendali langsung ketika rekomendasi mulai
melenceng dari minat mereka.
Kontrol berbasis bahasa alami menawarkan mekanisme yang
lebih sederhana. Pengguna dapat menjelaskan keinginannya secara langsung tanpa
harus mengajarkan sistem melalui serangkaian tindakan kecil.
Perubahan ini juga memperlihatkan posisi Google Discover
yang berada di antara mesin pencari dan umpan konten.
Discover tidak menunggu pengguna memasukkan kata kunci
seperti pencarian Google, tetapi secara proaktif menyajikan konten yang
dianggap menarik sebelum pengguna mencarinya.
Dengan adanya prompt, pengguna kini dapat ikut mengarahkan
prediksi tersebut. Pengalaman menggunakan Discover pun menjadi lebih mirip
percakapan, karena pengguna dapat menyampaikan preferensi dan sistem
menyesuaikan rekomendasinya.
Google News Hadirkan Pengaturan Audio Briefing
Selain pembaruan Google Discover, Google juga memperkenalkan
kemampuan personalisasi untuk pengarahan audio harian di Google News.
Pengguna nantinya dapat memilih topik yang ingin dimasukkan
ke dalam audio briefing dari sejumlah kategori. Pilihan tersebut mencakup
berita utama, bisnis, hiburan dan gaya hidup, olahraga, sains dan teknologi,
serta berbagai kategori lainnya.
Pengaturan juga dapat dibuat lebih spesifik di dalam setiap
kategori. Pada bagian Hiburan, misalnya, pengguna dapat memilih topik, seperti
seni dan desain, film, musik, teater, dan TV.
Dengan pilihan tersebut, pengarahan audio harian dapat
disesuaikan dengan bidang yang paling ingin diikuti pengguna, sehingga
informasi yang didengarkan tidak hanya berasal dari susunan berita umum.
Google Perkenalkan Tombol Sumber Pilihan untuk Penerbit
Pembaruan lainnya ditujukan kepada penerbit. Google kini
menawarkan tombol interaktif bernama sumber pilihan yang dapat disematkan di
situs web penerbit.
Ketika pembaca mengklik tombol tersebut, publikasi akan
ditambahkan sebagai sumber pilihan. Setelah itu, pembaca akan segera diarahkan
kembali ke bagian terakhir yang mereka tinggalkan di halaman penerbit.
Fitur ini berlaku untuk korsel top stories di Google Search,
ikhtisar AI, serta mode AI. Kehadiran tombol tersebut memberikan cara baru bagi
penerbit untuk mendorong pembaca memilih publikasi mereka sebagai sumber yang
lebih sering diakses.
Perubahan pada Google Discover juga membawa implikasi bagi
penerbit dan merek. Preferensi pengguna berpotensi menjadi lebih aktif karena
pembaca dapat menyatakan secara langsung topik yang mereka inginkan, bukan
hanya memberikan sinyal melalui klik dan aktivitas lainnya.
Konten tetap perlu memiliki relevansi agar dapat muncul
kepada pembaca. Namun, definisi relevansi berpotensi semakin dipengaruhi oleh
apa yang secara eksplisit dikatakan pengguna kepada sistem, selain sinyal
perilaku yang selama ini digunakan.
Bagi penerbit, kondisi tersebut membuat pemahaman terhadap
kebutuhan audiens menjadi semakin penting. Konten yang sesuai dengan minat
spesifik pengguna berpeluang mendapatkan tempat lebih baik dalam pengalaman
personalisasi.
Pembaruan ini juga sejalan dengan perubahan antarmuka Google
yang semakin banyak menggunakan AI dan bahasa alami.
Pengguna mulai diarahkan untuk menyampaikan instruksi secara
langsung, bukan hanya mengandalkan menu, tombol, dan pengaturan konvensional.
Google Discover pada akhirnya tidak hanya menjadi sistem
yang memprediksi apa yang ingin dibaca pengguna. Dengan kontrol berbasis
prompt, pengguna dapat ikut menentukan arah umpan secara lebih jelas.