-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kantor berita semiresmi Iran, Mehr News Agency, merilis video pertama Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sejak dia menduduki jabatan tertinggi di negara

Senin, 10 Agustus 2026 | Agustus 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-09T19:30:35Z

 

Kantor berita semiresmi Iran, Mehr News Agency, merilis video pertama Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sejak dia menduduki jabatan tertinggi di negara tersebut.

 


Video berdurasi 12 detik itu dirilis pada Sabtu (8/8/2026) di tengah berbulan-bulan spekulasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei dan absennya dia dari berbagai kegiatan publik.

 

Dalam rekaman tersebut, seperti dilansir Gulfnews.com, Mojtaba Khamenei terlihat duduk di atas karpet di sebuah ruangan sambil berbicara dengan sejumlah pejabat dan penasihat.

 

Dia mengenakan sorban hitam dan jubah abu-abu muda di atas pakaian putih. Mojtaba terlihat tenang ketika berbicara, sedangkan sejumlah orang di sekelilingnya mendengarkan.

 

Namun, Mehr tidak menjelaskan kapan dan di mana video tersebut direkam. Terkait hal itu, kondisi dalam rekaman tersebut belum dapat dipastikan mencerminkan kondisi terkini Mojtaba Khamenei.

 

Kemunculan video tersebut terjadi setelah berbulan-bulan muncul spekulasi mengenai kesehatan pemimpin Iran berusia 56 tahun itu. Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret 2026 setelah ayah sekaligus pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2026.

 

Sejak saat itu, otoritas Iran lebih banyak menyampaikan informasi mengenai Mojtaba melalui pernyataan tertulis yang dikaitkan dengannya. Sementara itu, kemunculan Mojtaba Khamenei dalam bentuk foto maupun video di ruang publik relatif terbatas. Kondisi tersebut kemudian memicu spekulasi mengenai kesehatan dan keberadaannya.

 

Belum Terverifikasi

Sejumlah media yang berafiliasi dengan kelompok oposisi Iran serta beberapa media Israel sebelumnya melaporkan Mojtaba Khamenei disebut menjalani perawatan di rumah sakit akibat cedera yang diduga dialaminya dalam serangan pada Februari 2026. Namun, laporan tersebut belum mendapatkan verifikasi independen.

 

Media Israel Channel 14 bahkan mengeklaim Mojtaba masih berada dalam kondisi kritis dan dapat meninggal dalam beberapa hari. Namun, laporan tersebut tidak disertai bukti yang dapat menguatkan klaim tersebut. Terkait hal itu, informasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei masih perlu disikapi dengan hati-hati.

Mehr menyebut rekaman berdurasi 12 detik tersebut sebagai video pertama yang dirilis kantor berita itu sejak Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi Iran.

 

Sebelumnya, stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), juga pernah menayangkan video yang memperlihatkan Mojtaba sedang mengajar kelas agama. Namun, video tersebut juga tidak disertai informasi mengenai waktu dan lokasi pengambilannya.

 

Ketiadaan informasi mengenai waktu perekaman membuat rekaman-rekaman tersebut belum dapat digunakan untuk memastikan kondisi Mojtaba Khamenei saat ini.

 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada pekan ini mengakui komunikasi dengan Mojtaba Khamenei saat ini sangat sulit. Meski demikian, Pezeshkian mengatakan dirinya masih dapat bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran tersebut.

 

Dia juga menyebut pertemuan mereka menghasilkan pembicaraan yang konstruktif. Pezeshkian sekaligus mengkritik upaya pihak-pihak yang disebutnya sebagai orang-orang jahat untuk menggambarkan kondisi pemimpin tertinggi Iran secara tidak akurat.

 

Kemunculan video terbaru Mojtaba Khamenei kini menjadi perhatian karena merupakan salah satu penampilan visualnya yang jarang sejak menduduki jabatan tertinggi Iran. Namun, tanpa informasi mengenai waktu dan lokasi perekaman, video tersebut belum dapat memastikan kondisi kesehatannya saat ini.

×
Berita Terbaru Update