Kantor berita semiresmi Iran, Mehr News Agency, merilis video
pertama Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sejak dia menduduki jabatan
tertinggi di negara tersebut.
Video berdurasi 12 detik itu dirilis pada Sabtu (8/8/2026)
di tengah berbulan-bulan spekulasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei
dan absennya dia dari berbagai kegiatan publik.
Dalam rekaman tersebut, seperti dilansir Gulfnews.com,
Mojtaba Khamenei terlihat duduk di atas karpet di sebuah ruangan sambil
berbicara dengan sejumlah pejabat dan penasihat.
Dia mengenakan sorban hitam dan jubah abu-abu muda di atas
pakaian putih. Mojtaba terlihat tenang ketika berbicara, sedangkan sejumlah
orang di sekelilingnya mendengarkan.
Namun, Mehr tidak menjelaskan kapan dan di mana video
tersebut direkam. Terkait hal itu, kondisi dalam rekaman tersebut belum dapat
dipastikan mencerminkan kondisi terkini Mojtaba Khamenei.
Kemunculan video tersebut terjadi setelah berbulan-bulan
muncul spekulasi mengenai kesehatan pemimpin Iran berusia 56 tahun itu. Mojtaba
Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret 2026 setelah ayah
sekaligus pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika
Serikat dan Israel pada Februari 2026.
Sejak saat itu, otoritas Iran lebih banyak menyampaikan
informasi mengenai Mojtaba melalui pernyataan tertulis yang dikaitkan
dengannya. Sementara itu, kemunculan Mojtaba Khamenei dalam bentuk foto maupun
video di ruang publik relatif terbatas. Kondisi tersebut kemudian memicu
spekulasi mengenai kesehatan dan keberadaannya.
Belum Terverifikasi
Sejumlah media yang berafiliasi dengan kelompok oposisi Iran
serta beberapa media Israel sebelumnya melaporkan Mojtaba Khamenei disebut
menjalani perawatan di rumah sakit akibat cedera yang diduga dialaminya dalam
serangan pada Februari 2026. Namun, laporan tersebut belum mendapatkan
verifikasi independen.
Media Israel Channel 14 bahkan mengeklaim Mojtaba masih
berada dalam kondisi kritis dan dapat meninggal dalam beberapa hari. Namun,
laporan tersebut tidak disertai bukti yang dapat menguatkan klaim tersebut.
Terkait hal itu, informasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei masih
perlu disikapi dengan hati-hati.
Mehr menyebut rekaman berdurasi 12 detik tersebut sebagai
video pertama yang dirilis kantor berita itu sejak Mojtaba Khamenei menjadi
pemimpin tertinggi Iran.
Sebelumnya, stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic
Republic of Iran Broadcasting (IRIB), juga pernah menayangkan video yang
memperlihatkan Mojtaba sedang mengajar kelas agama. Namun, video tersebut juga
tidak disertai informasi mengenai waktu dan lokasi pengambilannya.
Ketiadaan informasi mengenai waktu perekaman membuat
rekaman-rekaman tersebut belum dapat digunakan untuk memastikan kondisi Mojtaba
Khamenei saat ini.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada pekan ini mengakui
komunikasi dengan Mojtaba Khamenei saat ini sangat sulit. Meski demikian,
Pezeshkian mengatakan dirinya masih dapat bertemu dengan pemimpin tertinggi
Iran tersebut.
Dia juga menyebut pertemuan mereka menghasilkan pembicaraan
yang konstruktif. Pezeshkian sekaligus mengkritik upaya pihak-pihak yang
disebutnya sebagai orang-orang jahat untuk menggambarkan kondisi pemimpin
tertinggi Iran secara tidak akurat.
Kemunculan video terbaru Mojtaba Khamenei kini menjadi
perhatian karena merupakan salah satu penampilan visualnya yang jarang sejak
menduduki jabatan tertinggi Iran. Namun, tanpa informasi mengenai waktu dan
lokasi perekaman, video tersebut belum dapat memastikan kondisi kesehatannya
saat ini.