Keluhan harga ban Bugatti Veyron yang mencapai 42.000 dolar
AS atau sekitar Rp 670 juta untuk satu set akhirnya mendapat respons dari
Bugatti. Harga tersebut dinilai terlalu tinggi, bahkan bagi pemilik hypercar
yang memiliki kemampuan finansial untuk mengoleksi mobil seharga jutaan dolar
AS.
Keluhan itu berkaitan dengan ban Michelin PAX yang menjadi
perlengkapan bawaan Veyron. Setelah hampir dua dekade sejak hypercar tersebut
diperkenalkan, Bugatti melalui divisi restorasi dan sertifikasinya, La Maison
Pur Sang, menawarkan alternatif yang memungkinkan pemilik Veyron menggunakan
ban berteknologi lebih modern dengan biaya penggantian yang jauh lebih rendah.
Langkah tersebut dilakukan dengan menghadirkan seperangkat
velg baru berukuran 20 inci di depan dan 21 inci di belakang. Desainnya
mengambil inspirasi dari velg original Veyron 'Machiavelli', sehingga perubahan
tersebut tetap mempertahankan karakter visual hypercar yang pertama kali
diperkenalkan pada pertengahan 2000-an.
“Dengan velg baru tersebut, Veyron dapat menggunakan ukuran
ban yang sama seperti Bugatti Chiron, yakni 285/30 ZR20 untuk roda depan dan
355/25 ZR21 di bagian belakang. Bugatti kemudian memasangkan Michelin Pilot
Sport Cup 2, jenis ban yang juga digunakan pada sejumlah hypercar performa
tinggi Bugatti, termasuk Chiron Super Sport dan W16 Mistral,” tulis Carscoops,
Senin (24/8/2026).
Perubahan ini menjadi cukup signifikan jika dilihat dari
sisi biaya kepemilikan. Harga satu set Michelin Pilot Sport 4S dengan ukuran
yang digunakan pada Mistral di pasar saat ini berada di kisaran 3.595 dolar AS
atau sekitar Rp 57 juta. Nominal tersebut memang tetap mahal jika dibandingkan
dengan ban mobil biasa, tetapi nilainya hanya sebagian kecil dari biaya yang
harus dikeluarkan untuk mengganti ban PAX pada Veyron.
Dari perspektif pemilik dan kolektor, solusi tersebut juga
menunjukkan persoalan yang muncul ketika sebuah teknologi khusus berusia hampir
20 tahun mulai memasuki fase perawatan jangka panjang. Komponen yang pada
awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan performa ekstrem Veyron kini
justru menjadi salah satu bagian paling mahal dalam mempertahankan mobil
tersebut tetap laik digunakan.
Meski demikian, solusi baru Bugatti bukan berarti pemilik
bisa langsung membeli ban baru tanpa biaya tambahan. Mereka terlebih dahulu
harus membeli seperangkat velg baru yang dirancang La Maison Pur Sang. Bugatti
memang belum mengungkapkan harga resmi velg tersebut, tetapi biaya ini hanya
perlu dikeluarkan satu kali.
BACA JUGA
208,5 Juta Warga Sudah Rekam KTP-el, 5,8 Juta Masih
Tertinggal
Kondisinya berbeda dengan sistem PAX lama. Dalam sistem
tersebut, velg harus diganti secara berkala setelah beberapa kali penggantian
ban untuk memastikan keselamatan ketika Veyron digunakan pada kecepatan ekstrem
yang dapat mencapai lebih dari 418 km per jam. Dalam jangka panjang, biaya
keseluruhan sistem lama bahkan disebut dapat menembus 150.000 dolar AS atau
sekitar Rp 2,4 miliar.
Solusi tersebut pertama kali diperlihatkan kepada publik
dalam ajang Monterey Car Week melalui unit khusus La Maison Pur Sang Veyron 20
Years. Proyek ini memperlihatkan bagaimana Bugatti berupaya mempertahankan
keaslian Veyron sekaligus menyesuaikan teknologi pendukungnya dengan
ketersediaan komponen modern di pasar.
Pada unit khusus tersebut, Bugatti menggunakan warna Rouge
Rembrandt yang terinspirasi dari palet Tourbillon dan memadukannya dengan aksen
Petrol Blue khas Chiron. Kabin mendapatkan balutan kulit Magnolia, sementara
sejumlah detail turut diperbarui, termasuk kisi-kisi intake tiga dimensi,
jahitan khusus Mocassin, serta sentuhan Côte de Genève pada konsol tengah.
Bugatti juga menyediakan konfigurator resmi bagi pemilik
Veyron yang ingin melakukan personalisasi terhadap mobil mereka. Dengan
pendekatan tersebut, keluhan harga ban Bugatti Veyron tidak hanya dijawab
melalui penurunan biaya penggunaan ban, tetapi juga lewat pilihan komponen yang
membuat hypercar legendaris tersebut lebih masuk akal untuk dipertahankan dalam
jangka panjang.