Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian
publik. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, kuasa hukum Sarwendah,
Chris Sam Siwu meminta kedua belah pihak menahan diri, agar perselisihan tidak
semakin meluas dan berdampak pada kondisi psikologis anak-anak mereka.
Menurutnya, penyelesaian secara damai melalui mediasi masih
menjadi jalan terbaik dibanding terus membuka persoalan ke ruang publik.
"Kami sangat-sangat berupaya untuk menahan diri untuk
tidak bicara tentang hal principal yang menjadi isi materi persidangan itu yang
kami berupaya tolak. Bukan karena kami sombong, tetapi karena kami berusaha
menghormati proses persidangan yang sedang berjalan di pengadilan dan berusaha
untuk terus mendorong adanya mediasi damai untuk bisa menyelesaikan
permasalahan ini," ujar kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu seusai
persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis
(6/8/2026).
Chris Sam Siwu menilai semakin banyak informasi yang
terungkap ke publik justru berpotensi mengganggu proses mediasi. Menurutnya,
pemberitaan dan pernyataan di ruang publik dapat memunculkan kesan saling
menyalahkan yang memperkeruh suasana.
"Saya jujur, kami melihat sekarang ini semuanya kalah.
Baik Bang Minola, saya, Ruben, Wenda, semuanya kalah. Karena hal yang kami jaga
agar tidak diketahui masyarakat akhirnya terbongkar semua," jelasnya.
"Itu kekalahan kami semua sehingga kami berharap kepada
kuasa hukum RO, karena sudah memilih pengadilan sebagai jalan menyelesaikan
masalah, tidak perlu terus melakukan wawancara yang ujungnya terkesan
mem-framing," tegasnya.
Di sisi lain, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang,
memiliki pandangan berbeda. Ia menilai berbagai informasi yang berkembang di
publik bukan berasal dari pihak Ruben Onsu.
Minola Sebayang menegaskan sejak awal kliennya memilih fokus
pada penyelesaian perkara, terutama yang berkaitan dengan kepentingan dan hak
asuh anak.
"Mari kita fokus kepada anak saja ya. Janganlah ada
dusta di antara kita," tutupnya.
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah hingga kini masih
bergulir di jalur hukum. Kedua belah pihak diharapkan dapat mengedepankan
proses persidangan dan membuka ruang mediasi demi kepentingan terbaik bagi
anak-anak mereka.