-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) mempercepat dan terus memperbarui pendataan rumah serta bangunan yang rusak akibat gempa bumi

Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-20T16:53:36Z

 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) mempercepat dan terus memperbarui pendataan rumah serta bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).



Pendataan tersebut dinilai penting untuk mempercepat persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pemerintah pusat memastikan akan terus mengawal pemulihan hingga masyarakat terdampak dapat kembali bangkit.


"Sambil kita melakukan pendataan-pendataan terus. Untuk persiapan rekonstruksi, rehabnya nanti. Pemerintah pusat pasti enggak tinggal diam. Kita keroyok semua ya," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).


Menurut Tito, pendataan tidak hanya mencakup rumah warga. Kondisi bangunan, sekolah, tempat ibadah, hingga fasilitas kesehatan juga perlu diperbarui secara berkala.


Data Dasar Rekonstruksi

Tito menyampaikan hal tersebut setelah melakukan inspeksi di Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sikka, NTT. Mendagri mengapresiasi pengelolaan posko tersebut karena mampu menyajikan data penanganan bencana secara cukup detail dan terpusat.


Data yang tersedia mencakup sebaran lokasi pengungsian, jumlah pengungsi di setiap lokasi, kondisi terkini, bantuan yang masuk dan keluar, hingga kebutuhan masyarakat di setiap desa dan kecamatan.


Pendataan juga mencakup wilayah kepulauan yang masuk dalam administrasi Kabupaten Sikka, termasuk Pulau Palue. "Ini saya lihat datanya detail sekali ini dan bagus ya. Tersentralisasi di sini. Artinya, manajemen untuk penanganan bencana sekali lagi cukup bagus di sini," ujarnya.


Menurut Tito, pembaruan data diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi masyarakat dan kerusakan secara lebih akurat. Dengan demikian, penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi dapat dilanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.


Potensi Gempa Susulan

Selain meminta percepatan pendataan, Tito mengingatkan pemda dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.


Ia menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi di Pulau Flores selama 2 pekan hingga 1 bulan ke depan. Terkait hal itu, Tito meminta pemda tidak memaksa warga yang masih merasa khawatir untuk kembali bermalam di rumah.


"Jangan paksa masyarakat untuk tidur di dalam (rumah). Kalau mereka mau di luar, di tenda, di tempat yang aman, silakan. Jangan dipaksa. Sambil kasih makan, kelengkapan mereka minum dan lain-lain yang mendasar," tuturnya.


Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas selama potensi gempa susulan masih ada. Pemerintah daerah juga diminta memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi.


Pelabuhan dan Posko Maumere

Dalam rangkaian kunjungannya ke NTT, Tito turut melihat kondisi terkini Pelabuhan Laurentius Say. Mendagri juga memberikan santunan kepada ahli waris korban gempa yang meninggal dunia. Setelah itu, Tito melanjutkan kunjungan ke Posko Maumere.


Dalam kunjungan tersebut, Tito berbincang dengan otoritas pelabuhan dan ahli waris korban untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak gempa.


Pemerintah pusat dan pemda kini terus melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak. Pembaruan data kerusakan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.


×
Berita Terbaru Update