-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi akan mengunjungi Arab Saudi dan Oman pada 17–22 Agustus 2026 untuk membahas situasi Selat Hormuz

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-14T18:05:07Z

 


Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi akan mengunjungi Arab Saudi dan Oman pada 17–22 Agustus 2026 untuk membahas situasi Selat Hormuz dengan para pejabat negara di Timur Tengah tersebut.

 

Kunjungan tersebut menjadi perjalanan pertama Motegi ke Timur Tengah sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

 

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Jepang, Jumat (14/8/2026), agenda kunjungan itu merupakan bagian dari usaha Tokyo mempererat hubungan dengan negara-negara Timur Tengah sekaligus menjamin kebebasan dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

 

Melalui kunjungan itu, Pemerintah Jepang juga berharap negaranya dapat berkontribusi dalam memfasilitasi pembicaraan antara AS dan Iran guna mendorong tercapainya kesepakatan damai antarkeduanya.

 

 

Motegi dijadwalkan menyampaikan niat Jepang untuk berperan aktif dalam pemulihan dan rekonstruksi negara-negara Teluk yang terdampak serangan balasan Iran. Tokyo juga ingin memperkuat ketahanan ekonomi negara-negara tersebut.

 

Mengutip Antara, Jumat (14/8/2026), di Arab Saudi, Motegi dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud. Keduanya dijadwalkan membahas situasi Selat Bab el-Mandeb yang kini menjadi jalur alternatif pengangkutan minyak mentah di tengah kondisi Selat Hormuz yang masih tertutup.

 

Sementara itu, di Oman, Motegi dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad al-Busaidi. Dalam pertemuan tersebut, Motegi diperkirakan akan mendorong pentingnya memastikan pelayaran yang melintasi Selat Hormuz tidak dikenai biaya.

 

Kementerian Luar Negeri Jepang menambahkan, Motegi juga berencana bertemu dengan Rashad Mohammed Al-Alimi, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman yang saat ini berada di Arab Saudi untuk membahas dukungan Tokyo terhadap upaya stabilisasi di Yaman.

×
Berita Terbaru Update