-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Otoritas Malaysia menyebut pilot Malaysia (MS) yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia karena penyelundupan narkoba beraksi seorang diri saat melewati pemeriksaan keamanan

Minggu, 16 Agustus 2026 | Agustus 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-16T05:18:31Z

 Otoritas Malaysia menyebut pilot Malaysia (MS) yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia karena penyelundupan narkoba beraksi seorang diri saat melewati pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).



Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengatakan penyelidikan awal tidak menemukan indikasi keterlibatan orang dalam yang membantu pilot tersebut melewati pemeriksaan keamanan.


Hussein mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh setelah satuan tugas khusus dari Bukit Aman yang dikirim ke Jakarta melakukan interogasi terhadap tersangka.


"Berdasarkan interogasi kami, tidak ada indikasi keterlibatan orang dalam di KLIA. Dia bertindak sendirian dalam melewati pemeriksaan keamanan. Saat ini kami sedang memeriksa bagaimana tersangka berhasil menghindari deteksi selama pemeriksaan," jelas Hussein, dikutip dari The New Strait Times, Minggu (16/8/2026). 



Meski demikian, Hussein mengatakan detail mengenai metode yang digunakan tersangka untuk melewati pemeriksaan keamanan belum dapat diungkapkan. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu penyelidikan yang masih berlangsung.


Pilot Malaysia berinisial MS tersebut ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Indonesia, pada Selasa (28/7/2026). Petugas Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menemukan 70.114 butir ekstasi atau sekitar berjumlah 26 kilogram dalam kasus tersebut.


Kepolisian Indonesia mengungkapkan MS dijanjikan imbalan RM 50.000 atau sekitar Rp 218 juta. Hussein mengatakan, interogasi yang dilakukan di Jakarta juga mengungkap dugaan operasi sindikat narkoba internasional dan domestik yang lebih luas dan berkaitan dengan tersangka.


"Dia telah mengungkapkan informasi mengenai beberapa sindikat yang beroperasi di Malaysia dan negara lain, termasuk Indonesia.


"Polisi akan menyelidiki lebih lanjut keterlibatan anggota jaringan lainnya, termasuk jejak keuangan yang terkait dengan perdagangan narkoba ilegal," tandas Hussein. 


Pihak berwenang Malaysia dan Indonesia selanjutnya akan mendalami informasi tersebut untuk mengungkap jaringan lain yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba lintas negara.


×
Berita Terbaru Update