-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Rusia tidak menginginkan konflik di Timur Tengah berakhir. Zelensky menilai

Sabtu, 01 Agustus 2026 | Agustus 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T18:00:33Z

 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Rusia tidak menginginkan konflik di Timur Tengah berakhir. Zelensky menilai hal tersebut karena Rusia memiliki kepentingan tersendiri agar konflik di Timur Tengah terus berlanjut.

 


“Kami tahu dari intelijen bahwa mereka (Rusia) sangat senang karena tidak ada akhir perang, akhir perang yang sebenarnya di Timur Tengah,” ujar Zelensky, dikutip dari Anadolu, Jumat (31/7/2026).

 

Menurutnya, situasi tersebut membuat Amerika Serikat (AS) tidak lagi dapat memberikan dukungan kepada Ukraina dalam skala yang sama seperti sebelumnya.

 

“Karena mereka memahami bahwa sejak Amerika Serikat terlibat dalam perang ini, mereka tidak dapat membantu Ukraina pada tingkat yang sama seperti sebelumnya,” imbuhnya.

 

Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Kamis (30/7/2026), Zelensky juga menuduh Moskow memasok drone kepada Iran. Drone tersebut, dikatakan orang nomor satu di Ukraina itu, telah digunakan dalam berbagai serangan di Timur Tengah, termasuk terhadap Israel.

 

Saat ditanya mengenai posisi Ukraina dalam perang melawan Rusia, Zelensky menegaskan negaranya belum kalah.

 “Menang berarti tidak kehilangan negara dan kemerdekaan kita. Kita tidak kalah, dan mereka (Rusia) tidak menang,” tegas Zelensky

 

Sementara itu, situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah upaya perdamaian antara AS dan Iran mengalami kemunduran. Sebelumnya, kedua negara menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026 untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan damai yang berkelanjutan bersifat permaanen.

 

Ketegangan kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli mengumumkan gencatan senjata yang tercantum dalam kesepakatan “Nota Kesepahaman Islamabad" tidak lagi berlaku.

 

Sejak itu, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer. Washington dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi di wilayah Iran, sementara Teheran mengeklaim telah menyerang fasilitas pangkalan serta peralatan militer AS di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

×
Berita Terbaru Update