-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sebanyak 65% warga Jerman meragukan kemampuan pemerintah federal menjalankan berbagai agenda reformasi yang telah dijanjikan untuk 2026.

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-02T18:18:01Z

 Sebanyak 65% warga Jerman meragukan kemampuan pemerintah federal menjalankan berbagai agenda reformasi yang telah dijanjikan untuk 2026. Temuan tersebut berdasarkan survei lembaga INSA untuk surat kabar Bild.



Dilansir dari Reuters, keraguan itu muncul setelah pemerintah Jerman menyepakati paket reformasi sebelum Bundestag atau parlemen Jerman memasuki masa reses pada Juli 2026.


Paket tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari perpajakan, sistem pensiun, layanan kesehatan, pasar tenaga kerja, hingga perekonomian.


Salah satu langkah reformasi telah diwujudkan pada 10 Juli 2026 ketika Bundestag mengesahkan undang-undang yang bertujuan menekan pengeluaran untuk layanan kesehatan mulai 2027.


Namun, hasil survei menunjukkan mayoritas responden menilai pemerintah federal belum mampu merealisasikan reformasi yang direncanakan pada tahun ini.


Sebanyak 65% responden menyatakan pemerintah tidak akan mampu menerapkan reformasi tersebut sepanjang 2026. Sebaliknya, sekitar seperempat responden menilai reformasi masih mungkin dijalankan, sedangkan 10% lainnya menyatakan tidak yakin.


Survei juga mengungkap sektor yang dinilai paling membutuhkan pembenahan. Sistem pensiun menempati posisi teratas dengan 64% responden menganggap sektor tersebut membutuhkan reformasi.


Perekonomian berada di urutan berikutnya dengan 63% responden, disusul layanan kesehatan yang dipilih 62% responden.


Survei INSA tersebut dilakukan pada 30–31 Juli 2026 dengan melibatkan 1.002 responden. Lembaga survei tidak mencantumkan margin kesalahan dalam hasil jajak pendapat tersebut


×
Berita Terbaru Update