-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan bantuan segera.

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-16T18:46:51Z

 Warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan bantuan segera. Hingga Minggu (16/8/2026) malam, sebagian warga masih bertahan di posko pengungsian darurat yang dibangun secara swadaya.



Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Nanu, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. Sebanyak lima posko pengungsian darurat didirikan warga menggunakan bambu dan terpal.


Warga mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena stok makanan semakin menipis. Selain itu, listrik di wilayah tersebut masih padam sehingga warga harus menggunakan penerangan seadanya pada malam hari.


"Stok makanan sudah mulai berkurang, saat malam hari gelap, karena hingga saat ini listrik masih padam. Tadi malam, memang kami menggunakan genset, tetapi bahan bakar sudah habis sehingga hanya menggunakan lampu tradisional" kata Rofinus Langgur, warga Kampung Nanu, Minggu (16/8/2026) malam.



Rofinus mengatakan hingga kini warga di wilayah tersebut belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Warga berharap bantuan segera disalurkan, terutama berupa bahan makanan, air minum, serta kebutuhan bayi.


"Sampai saat ini belum ada bantuan sama sekali, warga membutuhkan bahan makan, perlengkapan bayi, dan air minum" ujarnya.


Kondisi posko yang hanya menggunakan bambu dan terpal, juga membuat warga membutuhkan perlengkapan tambahan untuk bertahan selama masa tanggap darurat. 



Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap terdapat total 53 orang menjadi korban jiwa gempa M 7,7 di NTT berdasarkan data sementara hingga Minggu (15/8/2026) sore. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menyebut korban dari wilayah Manggarai menjadi yang terbanyak.


 “Dengan rincian (korban meninggal Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, dan Ende 2 jiwa,” ujar Abdul dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).


Sementara itu, BNPB mencatat korban luka yang mendapat perawatan medis sebanyak 135 orang. Dari jumlah tersebut, Abdul menyebut korban luka asal Manggarai mencapai 17 orang korban luka berat dan 21 warga mengalami luka ringan.


×
Berita Terbaru Update