Aljazair bergerak memperkuat hubungan bilateral dan
menjajaki kerja sama ekonomi dengan sejumlah negara setelah memutuskan hubungan
diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Aljazair yang
disampaikan Kedutaan Besar Aljazair di Jakarta, Jumat (11/9/2026), Menteri
Negara sekaligus Menteri Minyak dan Gas Aljazair Mohamed Arkab menggelar
konferensi video dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bangladesh Iqbal
Hassan Mahmood pada Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kemitraan antara
perusahaan minyak dan gas milik Aljazair, Sonatrach, dengan perusahaan
Bangladesh. Kerja sama yang dijajaki mencakup sektor gas alam cair (LNG), gas
minyak cair (LPG), produk minyak bumi, serta pengembangan infrastruktur
terkait.
Pada hari yang sama, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan
Promosi Ekspor Aljazair Kamel Rezig bertemu secara daring dengan Menteri
Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov.
Kedua pihak membahas pembentukan dewan bisnis bersama (joint
business council) yang diharapkan dapat memperkuat komunikasi langsung antara
pelaku ekonomi di kedua negara.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka lebih banyak
peluang investasi dan kemitraan sekaligus mendukung pelaksanaan proyek ekonomi
dan komersial bersama.
Kedua menteri juga membahas penguatan hubungan ekonomi dan
perdagangan bilateral. Mereka bertukar pandangan mengenai langkah-langkah untuk
meningkatkan sekaligus mendiversifikasi volume perdagangan berdasarkan potensi
ekonomi masing-masing negara.
Aljazair-Oman Bahas Stabilitas Kawasan
Selain memperkuat kerja sama ekonomi, Aljazair juga
meningkatkan koordinasi dengan Oman terkait stabilitas regional.
Menteri Negara sekaligus Menteri Luar Negeri, Komunitas
Nasional di Luar Negeri, dan Urusan Kawasan Afrika Aljazair Ahmed Attaf
melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr bin
Hamad Al-Busaidi pada Kamis (10/9/2026).
Keduanya membahas sejumlah isu yang menjadi kepentingan
bersama, terutama perkembangan situasi di kawasan.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak kembali menegaskan
dukungan terhadap berbagai upaya untuk meredakan ketegangan dan mengedepankan
solusi diplomatik demi menjaga keamanan serta stabilitas di seluruh kawasan.
Langkah Aljazair tersebut dilakukan setelah pemerintah
negara itu pada Kamis (10/9/2026) menyatakan telah memutuskan hubungan
diplomatik dengan UEA.
Seperti dilaporkan kantor berita Turki Anadolu, keputusan
tersebut diambil setelah Aljazair menyatakan telah kehabisan langkah untuk
mempertahankan hubungan bilateral dengan UEA.
Kementerian Luar Negeri Aljazair, sebagaimana disiarkan
Algeria Press Service, menyatakan pihaknya selama ini senantiasa menahan diri
dan memiliki rasa tanggung jawab yang kuat dalam merespons tindakan provokatif
atau bermusuhan oleh UEA.