Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengaku telah
mengusulkan rotasi pejabat Kementerian Keuangan agar ditunda lantaran sejumlah
kandidat tidak melalui prosedur yang berlaku.
“Ada beberapa nama-nama ajaib yang tidak ikut proses
assesment dan talent management. Itu yang membuat saya dan Direktur Jenderal
Bea dan Cukai (Djaka Budi Utama) meminta untuk ditunda dulu, dibatalkan,” kata
Bimo kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Bimo menjelaskan usulan itu mempertimbangkan keadilan bagi
kandidat lainnya yang melalui proses pengangkatan jabatan sebagaimana yang telah
ditetapkan.
Bagi kandidat yang tidak memenuhi syarat, Bimo mengusulkan
agar pemindahan jabatan barunya dibatalkan.
“Yang nggak memenuhi syarat dibatalkan, yang lain-lain (yang
sesuai prosedur) tetap,” ujarnya.
Bimo pun menyebut Menteri Keuangan Suahasil Nazara telah
menyatakan komitmennya untuk membenahi reformasi birokrasi internal Kemenkeu
dengan sebaik-baiknya.
“Pak Suahasil menegaskan komitmen untuk melaksanakan talent
management dan reformasi birokrasi dengan sebaik-baiknya,” tutur dia.
Terpisah, Menkeu Suahasil mengatakan Kemenkeu masih membahas
kelanjutan perombakan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Menkeu menyebut pembahasan dilakukan dengan melihat proses
serta aktivitas yang telah berlangsung terkait penunjukan dan pelantikan
pejabat di lingkungan Kemenkeu.
Suahasil menjelaskan penunjukan pejabat di lingkungan Kemenkeu
memiliki sejumlah jenjang dan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unit
eselon I.
Menurut dia, mekanisme tersebut diperlukan karena terdapat
posisi yang membutuhkan koordinasi lintas unit eselon I untuk memperkuat
sinergi di lingkungan Kemenkeu.
Terkait kemungkinan pembatalan perombakan, Suahasil belum
bisa memberikan kepastian.
Ia mengatakan pihaknya masih akan melihat kembali proses
yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk pelantikan pejabat yang dilakukan
secara langsung maupun hibrida.
"Kita nanti melihat dulu ya, apa yang sudah dilakukan
kemarin. Karena kan kalau seperti pelantikan itu ada juga pelantikan yang
hybrid. Nah, ada yang waktu itu datang, sehingga ini nanti jadi kombinasi yang
keseluruhan," pungkas Suahasil.