-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Fenomena El Nino yang kuat pada 2026 diproyeksikan dapat menyebabkan tambahan 451.000 kematian terkait panas di seluruh dunia hingga Februari 2027

Kamis, 24 September 2026 | September 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T17:35:55Z

 Fenomena El Nino yang kuat pada 2026 diproyeksikan dapat menyebabkan tambahan 451.000 kematian terkait panas di seluruh dunia hingga Februari 2027. Negara-negara berkembang diperkirakan menghadapi dampak paling besar akibat peningkatan suhu global.



Dilansir dari AFP, proyeksi Climate Impact Lab di University of Chicago menunjukkan El Nino yang mulai terjadi pada Juni 2026 berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan. Fenomena tersebut diperkirakan semakin meningkatkan suhu di tengah dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia.


Berdasarkan proyeksi tersebut, wilayah Sahel di Afrika berpotensi mengalami tambahan 66.800 kematian terkait panas dibandingkan kondisi pada tahun normal. Hampir separuh dari jumlah tersebut diperkirakan terjadi di Nigeria.


Indonesia diproyeksikan mengalami tambahan sekitar 19.300 kematian terkait panas. Sementara itu, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboja secara keseluruhan diperkirakan mencatat tambahan 19.400 kematian.


Dampak serupa diproyeksikan terjadi di India dengan tambahan sekitar 15.800 kematian, sedangkan Brasil diperkirakan mencapai 13.300 kematian.


Para peneliti memperkirakan suhu daratan global dalam beberapa bulan mendatang berada 1,2 derajat Celsius di atas kondisi normal. El Nino menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut.


Kondisi itu diperkirakan membuat jumlah hari dengan suhu sangat panas meningkat 44% dibandingkan tahun normal.


Dalam menyusun proyeksi, Climate Impact Lab menggunakan penelitian mengenai hubungan antara suhu dan kelebihan kematian di 24.378 wilayah dengan mempertimbangkan kondisi iklim serta tingkat kerentanan masing-masing daerah.


Temuan tersebut kemudian dikombinasikan dengan prakiraan suhu jangka panjang untuk menghitung potensi kelebihan kematian akibat El Nino dibandingkan rata-rata periode 1996-2025.



El Nino Ganggu PLTA, Bahlil Dorong Optimalisasi Pembangkit Listrik

Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut dijadwalkan diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang melalui proses penelaahan sejawat.


Proyeksi itu dipublikasikan sehari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan El Nino dapat menjadi ancaman signifikan terhadap kesehatan global.


Para peneliti Climate Impact Lab mengatakan, hasil proyeksi tersebut dapat membantu pemerintah dan organisasi kemanusiaan menentukan langkah pencegahan. Upaya yang dapat dilakukan antara lain mengeluarkan peringatan cuaca panas, menyediakan pusat penyejukan, serta mendirikan tempat penyediaan air minum.


“Laporan ini memungkinkan para pengambil keputusan melihat secara tepat lokasi tindakan darurat dapat dilakukan sekarang untuk menyelamatkan puluhan ribu nyawa dalam beberapa bulan mendatang,” kata salah satu pendiri Climate Impact Lab Michael Greenstone.


×
Berita Terbaru Update